TANGERANG – Tangisan seorang balita perempuan berusia 6 bulan justru berakhir petaka. Bayi malang berinisial ASS meregang nyawa usai diduga dianiaya ayah kandungnya sendiri, IS (27), di sebuah warung kelontong yang juga dijadikan tempat tinggal keluarga, di Jalan Betawi, Kampung Gunung, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (14/12/2025) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Warga sekitar sontak digegerkan dengan kabar tewasnya bayi yang baru berusia 6 bulan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat IS menggendong korban di dalam warung. Bayi terus menangis. Pelaku kemudian meminta ibu kandung korban untuk membuatkan susu.
Namun, tangisan sang bayi tak kunjung reda. Diduga tersulut emosi dan kehilangan kendali, IS nekat melempar bayi ke arah lantai. Benturan keras di bagian kepala membuat kondisi korban langsung kritis.
Melihat kondisi bayi yang tak wajar, ibu korban segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun nahas, nyawa bayi tersebut tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan sejumlah saksi mengarah pada dugaan kuat tindak kekerasan terhadap korban.
“Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kekerasan terhadap bayi berinisial ASA, usia enam bulan, yang diduga dilakukan ayah kandungnya sendiri berinisial I.S (27),” ujar Victor, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (16/12/2025).
Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala. Jenazah bayi selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan RSUD Kabupaten Tangerang untuk keperluan visum serta autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, terduga pelaku telah diamankan di Satreskrim Polres Tangerang Selatan dan kini menjalani pemeriksaan intensif. “Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian ini,” ujar Victor menandaskan. (*/imam)








Komentar