oleh

Polres Tangsel Amankan 18 Remaja Terlibat Tawuran saat PSBB

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengamankan sekitar 18 pelaku yang kebanyakan anak muda atau remaja akibat aksi tawuran antarkelompok sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan, dua orang remaja dalam berbagai aksi tawuran meninggal dunia.

“Kami berhasil mengamankan sekitar 18 orang anak muda atau remaja dari berbagai kelompok yang kerap melakukan aksi tawuran antarkelompok di saat kondisi penyebaran Covid-19 yang diberlakukan PSBB di Kota Tangsel,” kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan didampingi Kasat Reskrim AKP Muharam Wibisono, Rabu (29/4/2020).

Mereka melakukan aksi tawuran berkelompok tanpa menghiraukan masyarakat banyak yang tengah was-was terkena penyakit Covid-19 yang mewabah belakangan ini. Bahkan, aturan PSBB yang ditetapkan pemerintah seakan diabaikan hanya ingin mencari jati diri sebagai anak muda atau remaja.

Delapan belas remaja terlibat tawuran saat PSBB diamankan petugas. (anton)

Menurut AKBP Iman, dari 18 pelaku yang berhasil diamankan dua di antaranya terpaksa dilakukan penembakan di bagian kaki, karena saat ingin ditangkap mencoba melarikan diri dari kejaran petugas di Jalan Raya Graha depan Ruko Fortune, Serpong Utara.

Sedangkan aksi tawuran kelompok remnaja yang terjadi pada Minggu (19/4/2020) sekitar pukul 03.30 di Jalan Jombang Raya depan Perumahan Villa Gunung Lestari menimbulkan korban jiwa yaitu MB (19), warga Jombang akibat luka bacokan di bagian kepala, dan satu korban lagi yaitu R (16), warga Pagedangan yang meninggal dunia akibat terkena senjata tajam setelah terjadi aksi tawutran di depan Masjid Sabilal Muhtadin, Jalan Raya Cisauk Lapan, Kampung Cisauk Kaler, Desa Situgadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (24/4/2020) pukul 23.30 WIB.

Sarung yang dililit tali baja untuk aksi tawuran remaja di Tangsel. (anton)

Anak di Bawah Umur
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono menambahkan, dari 18 remaja yang terlibat tawuran dimasa PSBB di wilayah Poltres Tangsel sekitar 15 orang dewasa dan tiga orang anak anak.

“Setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh petugas ada sekitar Sembilan orang anak yang dikembalikan kepada orang tua mereka,” tuturnya sambil menambahkan, karena masih di bawah umur dan dikembalikan ke orang tua mereka.

Motif mereka melakukan aksi tawuran kelompok hanya untuk mencari identitas diri agar dilihat masyarakat, karena saat aksi tawuran mereka memposting aksi tersebut kemudian disebarluaskan melalui media sosial. Sebelum, aksi tawuran juga kebanyakan mereka memanggil dan mengajak lawan mereka tawuran melalui media sosial.

“Sejumlah barang bukti yang dipergunakan aksi tawuran seperti celurit, golok, pisau dan lilitan kawat baja yang dibungkus dengan sejumlah sarung berhasil diamankan termasuk satu unit sepeda motor serta handphone yang dipergunakan untuk memposting serta mengajak aksi tawuran,” kata AKP Muharam. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *