oleh

KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai, Pengacara dan Penyidik Jadi Tersangka

POSKOTA.CO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara Tahun 2020-2021.

Ketiga tersangka itu, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain selaku pengacara.

Pihak KPK menemukan bukti yang cukup atas tindakan ketiga tersangka yang melanggar hukum. “Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup. KPK meningkatkan status perkaranya ke tahap penyidikan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat (23/4/2021).

KPK akan menjerat Stepanus dan Maskur melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Firli, kasus ini awalnya hasil temuan KPK dan langsung ditindaklanjuti oleh KPK. Beberapa orang telah dimintai keterangan, yakni M Syahrial, Gunawan selaku sopir Syahrial, Maskur Husain, Riefka Amalia dari pihak swasta.

Selanjutnya, Stepanus Robin Pattuju, Ardianoor dari pihak swasta/orang kepercayaan Maskur, Nico dari pihak swasta/adik dari Stepanus, dan Rizki Cinde Awalia dari pihak swasta/saudara dari Riefka Amalia. “Ada juga bukti buku rekening bank beserta kartu ATM,” ujar Firli.

Ditegaskan Ketua KPK, institusinya memegang prinsip “zero tolerance” dan tidak akan menoleransi setiap penyimpangan serta memastikan akan menindak pelaku korupsi tanpa pandang bulu.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *