oleh

Pasutri Lansia Korban Kriminalisasi Apresiasi Kinerja Firma Hukum

POSKOTA.CO-Memang tidak mudah memilih dan mempercayakan suatu permasalahan hukum kepada firma hukum atau pengacara yang bisa dianggap cakap. Ada beberapa pertimbangan
menjadi ukuran, yakni memperhatikan kinerja, strategi penyelesaian, mencocokkan visi penyelesaian permasalahan dan adanya kepercayaan untuk semua langkah yang sudah dan akan dilakukan oleh kuasa hukum.

Itulah gambaran dan pengalaman yang diberikan oleh Nurlita klien dari firma hukum Master Trust Law Firma. Kata Nurlita untuk kasus yang melibatkan orangtuanya saja, dirinya sudah mempercayakan kepada tiga tim pengacara sebelum akhirnya bertemu dengan kantor hukum Master Trust Law Firm.

Tiga tim kuasa hukum sebelumnya, Nurlita merasa kurang puas karena strategi penyelesaian yang kurang jelas dan membuat perkara yang dialami orangtuanya tak kunjung mendapatkan hasil yang baik. Di tengah kekecewaan dan kegalauan
akhirnya ia bertemu dengan Natalia Rusli dan tim Master Trust Law Firm.

Akhirnya kasus yang menimpa ayahnya IR dan ibunya A di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dapat diselesaikan dengan baik sebagaimana mestinya. Terutama terkait penegakan hak-hak korban atas kejadian yang dihadapi dan keadilan ditegakkan kepada seluruh keluarga Nurlita.

Ditemui di Pacific Place Mall, SCBD, Natalia Rusli S.H.,M.H(c).,C.L.A menuturkan, pihaknya turut bahagia atas pekerjaan yang mereka kerjakan dapat membantu kliennya mendapatkan keadilan. “Kami akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi klien-klien yang mempercayakan penyelesaian permasalahan hukumnya kepada kami,” kata Natalia Rusli, Jumat (18/6/2021).

Kasus yang menimpa suami iatri IR dan A menurut Natalia berawal ketika IR menjual sebidang tanah pada tahun 1991. Namun transaksi yang dilakukan belum dibayarkan secara penuh, sehingga belum dapat dilakukan pengalihan hak dan atas nama tanah tersebut.

Kata Natalian bahwa kliennya sudah sampaikan mengenai pelunasannya segera diselesaikan agar pengalihan hak dan atas nama dapat dilaksanakan. Namun pihak pembeli tidak pernah menindaklanjuti hal itu hingga tahun 2014.

Merasa sudah dirugikan karena sudah menunggu hingga 23 tahun belum juga dilunasi, akhirnya IR menjual kembali sebidang tanah tersebut kepada pihak lain. Klien kami merasa hal tersebut adalah haknya. “Pada 2018 klien kami dilaporkan di Kepolisian dan dihadapkan di persidangan pada Februari 2020,” ujar Natalia.

Sementara Bryan Roberto Mahulae,S.H.M.H(c).,C.L.A. salah satu anggota team Master Trust Law Firm menuturkan, dakwaan yang dialamatkan kepada klien mereka Pasal 372 jo Pasal 56 KUHP dengan tuntutan jaksa 2 tahun penjara.

Namun putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat berpendapat lain dan memvonis hukuman 5 bulan penjara dengan percobaan selama 10 bulan. Bahkan putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang diajukan jaksa tetap menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. “Kami sangat bersyukur, hukum dan keadilan masih ada bagi klien kami yang sekarang usianya sangat sepuh,” imbuh Natalia.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *