POSKOTA.CO – Kinerja anak buah Penjabat (Pj) Gubenur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dinilai publik semakin hari semakin memble dalam merespon keluhan aspirasi warga masyarakat DKI Jakarta.
Contoh misalnya, kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di masing-masing wilayah ini menurun karena cuex dengan keluhan warganya seperti banyaknya pasar tumpah yang keleleran sebelum dan menjelang bulan puasa Ramadhan 1444 Hijriyah.
“Gagal fokus makanya bermunculan pedagang kaki lima (PKL) yang beranak pinang menggelar dagangannya semaunya di kawasan Tanah Abang, Senen dan lain-lain itu, karena dicuekin penegak Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum),” ungkap Victor Irianto Napitupulu Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) di Jakarta, Sabtu (25/3/2023).
Logikanya, kata Victor dimana ada lapak pedagang akan mengundang lapak-lapak parkir. “Konsen nya begini walaupun ada penataan kawasan unggulan di wilayah kelurahan di DKI. Terlihat Jakarta itu masih ditemukan potret lingkungan kumuh dan semrawut contohnya gerobak pemulung, lapak PKL dan parkir ada dimana – mana,” kata dia menambahkan, karena pemimpinnya hanya seremonial sehingga imbasnya pejabat di wilayah jadi ikut-ikutan selfie atau foto bareng saat kegiatan.
“Memang lain dulu lain sekarang. Zaman era Gubenur sebelumnya Ahok respon pasti cepat sekali. Sekarang mah pejabatnya pada memble,” tambah Budi warga Jakarta Pusat. (van)







Komentar