oleh

Lindungi Pasien Covid, Nakes TNI dan Polri Perlu Dikerahkan ke Tingkat RT/RW

TERBETIK berita Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengerahkan pasukan tenaga kesehatan ke beberapa wilayah di DKI Jakarta, mendapat sambutan positif warga, terutama keluarga pasien yang positif terpapar Covid-19.

Gempuran Covid-19 pada tahun kedua ini masih saja memporak-porandakan sendiri kehidupan masyarakat. Karena itu, langkah yang ditempuh Mabes TNI dan Polri untuk menyukseskan pelaksanaan vaksin Covid dinilai positif, akan tetapi keluarga pasien Covid yang dirawat dan menjalani isolasi mandiri juga perlu mendapat perhatian dan perlindungan.

Pertambahan warga terpapar Covid-19 terus meningkat, seiring dengan kesadaran warga untuk menjalani tes swab antigen atau PCR secara mandiri. Kasus-kasus terbaru bermunculan, jika mengalami gejala berat, biasanya dirujuk ke rumah sakit atau tempat khusus yang disiapkan pemda. Akan tetapi yang tanpa gejala dianjurkan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Peran pengurus RT/RW dan RW Siaga pada konteks pelayanan isolasi mandiri, kerap terbentur dengan penyediaan pangan berupa sembako, sebagai kebutuhan harian warga isolasi mandiri. Penanganan ini melibatkan peran dan kepedulian warga sekitar. Dropping makanan dan minuman warga isolasi mandiri selama dua minggu menjadi kendala di lapangan, apalagi yang ditangani terdiri beberapa jiwa di satu zona Rukun Tetangga (RT).

Selain persoalan penyediaan pangan, juga muncul keterbatasan tenaga kesehatan Puskesmas untuk mengawasi kesehatan setiap pasien isolasi mandiri. Alangkah baiknya apabila Mabes TNI maupun Polri mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) nya ke tingkat Puskesmas dan posko di tingkat RT/RW. Dengan tujuan agar lebih mendekatkan pelayanan dan keluarga pasien merasa bahwa negara turut melindungi mereka.

Di lapangan banyak ditemukan rumah yang tidak layak untuk isolasi mandiri. Rumah sempit, kamar mandi tidak terpisah, anggota keluarganya banyak,  mempunyai bayi. Demikian juga pelacakan kasus, untuk swab PCR kepada anggota keluarga yang positif Covid-19, harus menunggu giliran beberapa hari dari petugas puskesmas.

Alasannya tenaga kesehatan di Puskesmas terbatas. Tidak dapat melayani begitu banyak permohonan setiap hari.  Pada titik masalah ini, pihak pemerintah c/q Mabes TNI dan Polri yang telah memiliki personel terlatih di bidang kesehatan, hendaknya dapat mengerahkan peralatan dan pasukannya ke tingkat puskesmas, kelurahan maupun posko RT/RW.  Babinsa maupun Bhabinkamtibmas dapat menjadi ujung tombak dan informasi yang dapat memberikan peta wilayahnya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Kesimpulannya adalah pengerahan nakes TNI dan Polri itu sangat perlu, apalagi kondisi pandemi yang begini. Instansi lain supaya mengalokasikan bantuan langsung berupa sembako kepada warga yang isolasi mandiri. Sebab penghuni rumah isolasi mandiri tidak dapat beraktivitas di luar rumah, meski pun mereka mampu secara ekonomi, tapi mereka tak bisa melakukan transaksi dengan orang lain. Warga yang demikian benar-benar merasa terkurung secara mental di rumah sendiri. Kepada warga dan tetangga yang peduli akan menjadi ladang ibadah dunia dan akhirat.  Semoga…. [syamsir/pensiunan wartawan ibukota]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *