oleh

IPW Nilai Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Telah Menunjukkan Pengabdian Selama Memimpin Polri

BOGOR – Indonesia Police Watch (IPW) menilai Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan pengabdian yang baik selama hampir enam tahun memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Organisasi tersebut berpandangan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan Jenderal Listyo berhasil menjalankan tugasnya di bawah dua pemerintahan sekaligus serta mampu menjaga proses transisi kepemimpinan nasional berlangsung dengan baik.

“Menurut saya, memang sudah saatnya Jenderal Listyo Sigit mengakhiri masa tugasnya dengan baik dan meninggalkan catatan pengabdian yang baik pula. Beliau telah melayani dua Presiden, dan proses transisi kepemimpinan selama ini berjalan dengan lancar,” ujar Sugeng, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sugeng, terdapat sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat komisaris jenderal, maupun yang berpeluang segera menyandang pangkat tersebut, yang dinilai memenuhi syarat untuk menjadi calon Kapolri.

Namun, ia mengingatkan bahwa penunjukan Kapolri tetap merupakan kewenangan Presiden yang selanjutnya mengajukan satu nama kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

IPW juga meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan aspek kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Polri.

Sosok Kapolri baru diharapkan memiliki hubungan kerja yang baik dengan Jenderal Listyo sehingga proses transisi organisasi dapat berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas institusi.

Selain itu, Sugeng menegaskan Kapolri mendatang harus memiliki integritas tinggi dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya, pemimpin Polri ke depan harus mampu menjaga keamanan nasional sekaligus membawa program yang berorientasi pada upaya menjaga Indonesia tetap aman dan kondusif.

IPW menilai Indonesia membutuhkan figur Kapolri dengan pendekatan cooling system, yakni kepemimpinan yang tenang, tidak mudah terpancing emosi, namun tetap mampu menyelesaikan berbagai persoalan strategis secara efektif.

Sugeng menilai karakter tersebut telah diperlihatkan Jenderal Listyo dalam menghadapi berbagai tantangan besar selama masa kepemimpinannya, mulai dari penanganan pandemi COVID-19, kerusuhan pada Agustus 2025, pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan perwira tinggi Polri, hingga penyelesaian perkara Ferdi Sambo.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti pentingnya sosok Kapolri yang mampu menjaga stabilitas nasional melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan profesional.

Lebih lanjut, IPW berharap Kapolri berikutnya memiliki karakter demokratis, terbuka terhadap kritik, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, kejaksaan, lembaga penegak hukum lainnya, tokoh masyarakat, hingga kalangan aktivis.

Di sisi lain, Sugeng juga mengingatkan agar praktik penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan perkara tidak kembali terjadi.

Ia mencontohkan masih adanya kasus yang melibatkan seorang mantan Ketua KPK yang hingga kini dinilai belum memperoleh kepastian hukum.

Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi pelajaran dalam menentukan figur Kapolri berikutnya agar penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, memberikan kepastian hukum, serta bebas dari kepentingan pribadi. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *