oleh

Ketua KPK Firli Kembali Dilaporkan ICW ke Dewas Terkait Sewa Heli

POSKOTA.CO-Perkara sewa helikopter Ketua KPK Firli Bahuri kembali diangkat ke permukaan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Firli dilaporkan ICW ke Dewan Pengawas (Dewas KPK) atas dugaan pelanggaran kode etik.

Menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, laporan yang mereka ajukan adalah kelanjutan dari aduan ke Bareskrim Polri terkait gratifikasi sewa helikopter. ICW menilai Ketua KPK Firli Bahuri diduga melanggar kode etik karena tidak berlaku jujur terkait sewa helikopter tersebut.

Dikatakan Kurnia, ketika ada penerimaan sesuatu yang dianggap discount dalam konteks penyewaan helikopter menjadi kewajiban Firli Bahuri melaporkan ke KPK. “Kami tidak melihat hal itu terjadi, kami melaporkan yang bersangkutan ke Dewas KPK,” kata Kurnia di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK juga kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2021).

Sebelumnya Firli Bahuri telah diadili secara etik oleh Dewas terkait sewa halikopter pada September 2020. Hasil sidang etik doputuskan bahwa Firli melakukan pelanggaran kode etik ringan.

Namun putusan itu dianggap ICW hanya formalitas belaka. “Lporan kami berbeda dengan putusan yang diputuskan Dewas terhadap Firli. ICW beranggapan dalam sidang etik itu Dewas hanya formalitas belaka mengecek kuitansi yang diberikan oleh Firli,” ujar Kurnia.

Seharusnya lanjut Firli ada penelurusan lebih lanjut dari Dewas karena ICW melihat ada kejanggalan dalam nominal harga sewa helikopter tersebut. “Harusnya kuitansi itu ditelusuri karena nilainya sangat janggal,” tambahnya.

Firli dilaporkan dengan dangkaan melanggar Pasal 4 ayat 1 huruf a terkait setiap insan KPK harus berbuat jujur dan Pasal 1 ayat 1 huruf g terkait dengan larangan penerimaan gratifikasi. Adapun barang bukti yang diserahkan ICW, yakni perbandingan harga penyewaan helikopter di beberapa perusahaan.

ICW berharap, pada laporan kali ini, Dewas benar-benar melakukan penelusuran mendalam terkait dugaan pelanggaran etik terhadap terhadap Ketua KPK Firli Bahuri. (omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *