oleh

Kemdiktisaintek Dukung Penguatan Ekosistem Motor Listrik Nasional

CIKARANG-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menghadiri Peluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas), beserta Ekosistem Pendukung yang diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (13/8).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik memiliki arti strategis bagi kemandirian energi nasional. Menurut Presiden, penggunaan listrik sebagai sumber energi utama pada berbagai kendaraan dan peralatan dapat memperkuat ketahanan energi serta mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Peluncuran MOLINAS juga menjadi momentum untuk mendorong keberanian mengambil inisiatif dalam mengembangkan industri nasional.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci keberhasilan bangsa di era modern.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Presiden turut mengapresiasi kontribusi dunia akademis dalam pengembangan teknologi nasional. Menurut Presiden Prabowo, para pakar yang dihasilkan dunia akademis menjadi bagian penting dari kegiatan riset dan pengembangan.

“Dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada _research and development_,” kata Presiden.

Kehadiran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam agenda ini, menunjukkan pentingnya keterlibatan dunia akademis dalam pengembangan teknologi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi juga sejalan dengan semangat _Indonesia Incorporated_ yang disebut Presiden sebagai salah satu contoh kerja bersama berbagai unsur bangsa.

Bagi Kemdiktisaintek, hal ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. Hasil riset dan kepakaran di perguruan tinggi diharapkan dapat semakin dekat dengan penerapan dan memberikan manfaat nyata.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, pengembangan sains dan teknologi diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan nasional serta mampu mendukung lahirnya inovasi dan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *