POSKOTA. CO – Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Alex Purnama Johan, kian memantapkan langkahnya menuju Pilkada Bupati Bogor yang dilakukan secara serentak tahun 2024 mendatang.
APJ, sapaan akrab Alex Purnama Johan menuturkan, segala yang berhubungan dengan administrasi Pilkada sesuai aturan KPUD dan hal-hal lain, telah ia persiapkan dengan matang.
Demikian kata APJ saat bincang-bincang dengan wartawan Poskota. Co di kafe miliknya di Megamendung, Bogor, Rabu (1/6/2022) malam.
Di beranda kafenya yang megah serba putih dengan tanaman hias yang indah dibagian depan kafe, APJ menegaskan, dirinya maju di Pilkada Bupati Bogor tahun 2024, dengan niat ingin mensejahterakan 5,4 juta rakyat Kabupaten Bogor.
Hamparan tanah nan subur yang tersebar di wilayah Tegar Beriman, selama bertahun-tahun dibiarkan terlantar tanpa ada inovasi dari kepala daerah yang berkuasa.
Sebagai masyarakat pertanian, inovasi pemimpin itu sangat dibutuhkan dan diperlukan. Bagi APJ, penggunaan APBD Kabupaten Bogor ditambah bantuan hibah dari Propinsi Jabar dan pusat, harusnya berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

“APBD Kabupaten Bogor besar. Bantuan hibah dari Propinsi Jabar dan pemerintah pusat juga besar. Nah sekarang tinggal inovasi kepala daerah. Saya jika terpilih jadi Bupati, akan saya maksimalkan sumber daya alam dan segala bantuan ini,” ujar APJ.
Membangun Kabupaten Bogor, tidak melulu harus APBD. Ada CSR perusahaan yang jumlahnya ribuan di Kabupaten Bogor. Menarik investor asing dan nasional untuk berinvestasi di Kabupaten Bogor, juga kepiawian dan kecerdasan melobi.
“Asal niat pengabdian tulus untuk rakyat, akan terwujud. Kalau rakyat hanya dijadikan komuditas politik lima tahunan, ya Kabupaten Bogor jalan ditempat. Yang ada malah ditangkap KPK karena masalah hukum,”tegas APJ.
Baginya, sinergi dan melobi pemerintah pusat, agar semua program bisa dieksekusi karena tersedianya bantuan anggaran dari kementrian, wajib ia lakukan.
Dan untuk hal ini, lagi-lagi APJ menegaskan, harus ada niat dan keuletan kepala daerah. “Harus kerja keras dan berkeringat. Kalau hanya mau duduk diruang AC, nggak usah jadi pemimpin,”ujar APJ yang dengan tegas menolak politik dinasti yang belasan tahun berlangsung di Kabupaten Bogor.
Bagi APJ, kunjungan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Idayati bersama suaminya Anwar Usman, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersilaturahmi ke tempat usahanya beberapa waktu lalu, merupakan sebuah kehormatan.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini, bagi APJ, merupakan sesuatu hal yang tak ia lupakan sepanjang hidupnya.
“Betul saya hadiri pernikahan bu Ida dan pak Anwar di Solo. Tapi soal kunjungan ini, sesuatu hal yang membuat saya dan keluarga sangat terharu,”ucapnya.
Pertemuan adik kandung Presiden Jokowi bersama suaminya Ketua MK yang membuat suhu politik di Kabupaten Bogor seketika mulai menghangat bagi APJ, hal demikian adalah wajar. Apalagi tinggal setahun lebih lagi ada Pilkada serentak.
Saat namanya disejajarkan dengan nama-nama beken yang sudah siap bakal maju sebagai calon Bupati Bogor, APJ menegaskan, hal demikian merupakan konsekwensi logis.
“Niat terjun ke politik itu supaya dikenal banyak orang. Kalau sudah kenal, maka akan memilih. Jadi bagi saya logis saja. Lumrah itu di politik. Saya apresiasi, jika makin banyak masyarakat Kabulaten Bogor mengenal saya,”ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, APJ yang ditanya wartawan usai pertemuan akan meramaikan bursa calon Bupati Bogor 2024 langsung menyatakan siap menjadi bakal calon Bupati Bogor dalam pilkada tahun 2024 mendatang.
“Mohon doanya saja. Semoga bisa memimpin Kabupaten Bogor,” tegas APJ usai menerima kunjungan pengantin baru, Adik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
APJ mengatakan, Kabupaten Bogor butuh sosok pemimpin yang cerdas dengan memahami keadaan wilayah.
Kabupaten Bogor yang dihuni masyarakat heterogen dengan berbagai macam suku, agama dan ras seperti DKI Jakarta, butuh pemimpin yang luwes dan mau bekerja keras.
“Jadi kita harus bisa juga menghargai Bogor ini. Masyarakatnya cerdas, pintar, dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain. Hanya, belum ada figur yang mencolok yang bisa membawa Bogor ke ranah yang lebih baik,” katanya.
APJ menambahkan, menjadi Bupati Bogor itu harus memiliki jam terbang skala nasional sehingga mampu menarik investor.
Semakin banyak investor, kota semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
“Saat ini pemimpin Bogor ini keterbatasan jam terbang skala nasional sehingga belum mampu menderek dari PMA (penanaman Modal Asing) untuk masuk ke bumi Tegar Beriman,” ujar APJ.
Ia menyampaikan, potensi paling besar yang ada di Kabupaten Bogor adalah pertanian.
Masih banyak tanah-tanah kosong yang masih bisa dimanfaatkan, menjadi agenda programnya jika benar nanti dirinya yang memimpin Kabupaten Bogor di tahun 2024.
APJ menegaskan, niat seorang kepala desa menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor bukan kali pertama mencuat.
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bogor pada tahun 2018 lalu, ratusan baliho dirinya sebagai calon bupati Bogor muncul. Namun saat itu, dirinya tidak mendapat rekom sesuai yang diharapkan. (yopi/sir)







Komentar