oleh

POLISI INGATKAN WARGA TAK MEMBELI BBM ILEGAL

bbmPOSKOTA.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau memperingatkan masyarakat tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ilegal seperti BBM dari hasil penimbunan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mereka yang dengan sengaja membeli sesuatu dari hasil kejahatan akan dikenakan pasal 480 dan 481 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Pol Arman Depari di Batam, Senin.

Ia mengatakan penadah dan penimbun sama-sama merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati subsidi karena menimbulkan kelangkaan dan antrean panjang.

“Kami akan terus melakukan razia agar kepentingan masyarakat tidak terganggu atas penyelewengan BBM bersubsidi oleh segelintir orang,” kata dia.

Arman mengatakan penyelewengan penggunaan solar bersubsidi dari SPBU di Batam yang kemudian ditimbun di gudang secara ilegal rata-rata dijual untuk memenuhi kebutuhan industri di kawasan tersebut.

“Rata-rata memang dijual di Batam dengan harga lebih murah dibanding BBM nonsubsidi meningat banyaknya industri yang ada di provinsi ini,” kata Arman.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengamankan 64 mobil yang digunakan untuk melansir (mengambil solar berkali-kali) dari SPBU ke gudang ilegal dalam beberapa kali razia dengan total 24 tersangka.

Polda Kepri juga telah menyegel sejumlah SPBU dan gudang ilegal yang terlibat penyalahgunaan solar bersubsidi di Batam.

“Kami serius mengungkap kasus ini baik pada sopir pelansir, pemilik gudang dan penadah karena sama-sama merugikan,” kata dia.

Sebelumnya Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Helmi Kwarta Rauf mengatakan ribuan mobil pelansir solar berkeliaran di Batam.

Ia mengatakan hingga akhir 2014, pihaknya menangkap 100 mobil pelansir untuk mengurangi penyelewengan di Batam.

“Mobil pelansir adalah ujung tombak gudang ilegal. Kalau mobil dirazia maka pasokan untuk gudang ilegal juga tidak ada,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *