oleh

KEASAMPINGKAN KAMPANYE HITAM, MANFAATKAN BLUSUKAN

hasyim-jkPOSKOTA.CO – Juru kampanye nasional (Jurkamnas) calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Da’i Bachtiar menyatakan hukum yang harus mengatasi semakin maraknya politik kotor dengan kampanye hitam yang ditujukan pada pasangan ini.

“Kami akan mengesampingan adanya kampanye hitam yang selalu diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut, karena lebih baik memanfaatkan waktu yang ada untuk sosialisasi ke masyarakat di negeri ini,” kata dia, saat kampanye terakhir Pilpres 2014, di lapangan Way Dadi Kecamatan Sukarame Bandarlampung, Sabtu (5/7).

Menurutnya, kewajiban dalam menyosialisasikan pasangan nomor urut dua ini lebih penting daripada harus sibuk mengurusi upaya pemecahan dukungan melalui kampanye-kampanye hitam tersebut.

“Biar saja hukum yang aktif melakukan proses penyelidikan, agar kami sebagai tim pemenangan dan relawan dapat serius menyosialisasikan calon pemimpin yang sudah terbukti dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya pula.

Ia juga mengapresiasi tindakan Polri yang sudah melakukan proses perbaikan hukum dengan telah ada penetapan tersangka atas kasus Tabloid Obor Rakyat yang jelas-jelas melakukan kampanye hitam.

Mantan Kapolri itu menuturkan pula bahwa dirinya menyayangkan belum adanya adu gagasan yang timbul dari para capres maupun cawapres untuk membangun Indonesia.

Dia membandingkan kondisi menjelang pemilihan presiden di Amerika Serikat selalu muncul isu yang menjadi pembicaraan nasional.

“Kalau tidak ada adu gagasan, kita hanya terjebak dalam politik jangka pendek. Pengelolaan migas, sumberdaya alam, pendidikan kita ke depan bagaimana itu yang harus dijelaskan ke masyarakat,” ujarnya.

Da’i Bachtiar meminta para pendukung dan simpatisan Jokowi-JK dapat menghindari melakukan kampanye hitam. Karena menurutnya, hal itu hanya akan menimbulkan konflik dan tidak akan menjawan persoalan bangsa.

“Pemilih kita sudah cerdas, jadi kampanye hitam harus dihilangkan,” kata dia lagi. Terkait target kemenangan di Provinsi Lampung, ia menyebutkan setidaknya untuk Lampung bisa tercapai di atas 60 persen.

Sementara itu, Ketua Taruna Merah Putih Lampung, Mukhlis Basri mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mewujudkan kemenangan pasangan Jokowi-JK di Lampung.

Jokowi mengendarai truk sampah. (DOK)
Jokowi mengendarai truk sampah. (DOK)

“Sosialisasi ke masyarakat mulai dari melaksanakan kegiatan sosial, seperti donor darah, membagikan makanan berbuka puasa serta membagikan alat peraga kampanye terus dilakukan hingga akhir kampanye, 5 Juli ini,” kata penggerak relawan Jokowi-JK Lampung itu.

Begitupula Ketua DPD Partai Hanura Lampung Albertus Haryono menyatakan, optimistis pasangan Jokowi-JK masih dapat mengungguli pasangan lain.

“Memang saat Ramadan ini kita tidak bisa kita memaksimalkan pengumpulan massa pada kampanye, namun sosialisasi ‘door to door’ sudah masif dilakukan untuk dapat mewujudkan kemenangan tersebut,” kata dia.

Ia menilai hasilnya lebih maksimal dengan gerakan tersebut, karena dapat langsung bertemu dengan masyarakat sebagai konstituen yang akan menjadi sasaran pemilih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *