POSKOTA.CO – Keberadaan kantor Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari seluas 3000 meter persegi di lahan 1 hektare berdekatan dengan SMA Negari 10 Depok mendesak dibangun dan dipecahkan sertifikat agar berjalan sesuai harapan warga Bojongsari khususnya Kelurahan Curug.
“Kami butuh kantor kelurahan yang maksimal dan bagus sehingga perlu dibangun sesuai anggaran tahun 2024 untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Curug,” kata Herman Karno, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Curug, Bojongsari, Selasa (8/8/2023).
Keberadaan lahan seluas 3000 meter persegi di Jalan Curug Raya RT 01/RW 06, Kelurahan Curug, Bojongsari masih menjadi sattu lahan dengan SMA Negeri 10 Depok mendesak dibangun untuk lahan tersebut, masih berada dalam satu sertifikat induk berada di bagian aset Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang sebelumnya berada di KCD II Bogor kini ada di Provinsi Jawa Barat.
Masalah sertifikat di Provinsi Jawa Barat ini yang harus dikomunikasikan lebih jauh, ujar Herman, karena aset lahan ada di Kelurahan Curig. Namun kenapa sertifikat ada di Provinsi Jawa Barat, jadi harus dikembalikan atau dipecah sertifikatnya ke Pemkot Depok.
Menurut Herman, jika tidak secepatnya dipecah, khawatir lahan semuanya dimiliki Provinsi Jabar, dan kelurahan tidak memiliki sertifikat untuk kantor Kelurahan Curug. “Harus secepatnya dipecah sehingga Pemkot Depok memiliki lahan tersendiri, karena lahan SMA Negeri 10 Depok menjadi tanggung jawab Provinsi Jabar,” ujarnya.
Terkait perhatian atau kedekatan pelayanan pendidikan SMA Negeri 10 Depok yang berada di wilayah Kecamatan Bojongsari, imbuh Herman, ternyata keluhan atau pengaduan warga terkait PPDB baik dalam sistem zonasi, prestasi atau kedekatan sama sekali tidak mewakili warga Kelurahan Curug, bahkan Kecamatan Bojongsari.
“Jangankan menyediakan warga sekitar Kelurahan Curug masuk ke SMA Negeri 10 untuk informasi atau tata cara mendaftar baik langsung atau online pihak SMA Negeri 10 tidak pernah mau hadir atau datang dalam rapat dengan warga di kantor kelurahan,” ujar Herman kecewa. (*/anton)







Komentar