JAKARTA — Bagi Mayjen TNI Mar (Purn) Bambang Sutrisno, purna tugas bukan titik henti, melainkan awal babak baru pengabdian. Setelah lebih dari tiga dekade mengawal kedaulatan negara di Korps Marinir TNI AL, jenderal bintang dua ini kini membawa kepemimpinan militer ke ruang sipil—mulai dari olahraga, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Jejak rekam Bambang terukir dari medan operasi hingga posisi strategis di Mabes TNI dan Lemhannas RI. Pria kelahiran Kediri, 16 April 1965 ini dibentuk dari kawah candradimuka Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988, Seskoal, Sesko TNI, hingga Lemhannas RI.
Di lapangan, ia memimpin pasukan pemukul utama sebagai Komandan Brigif 2 Marinir Cilandak dan menjaga perbatasan timur NKRI saat menjabat Danlantamal XI Merauke. Di meja strategi, ia merumuskan doktrin pembinaan potensi bahari sebagai Kadispotmaral, mencetak calon perwira di Sesko TNI, hingga menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Politik Lemhannas RI.
Kapasitas ini diperkuat latar akademik S1 Hukum dan S2 Pertahanan dari Universitas Pertahanan RI.
Usai melepas seragam loreng, Bambang langsung mengambil peran di sejumlah organisasi strategis nasional:
Ketua Umum PB LEMKARI (2025–2029): Memimpin pembinaan karate nasional yang menekankan prestasi sekaligus integritas karakter.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia: Mengawal Kajian Potensi Daerah untuk mengoptimalkan ekonomi lokal ke tingkat nasional.
Pemberdayaan Sosial & SDM: Aktif membina sektor pendidikan, dakwah, dan pertanian lewat Yayasan Al Hakim BSD, Yayasan Estu Utomo, IDC3, dan Yayasan Bhakti Bela Negara.
”Pengabdian tidak berhenti ketika seragam dilepas. Pengabdian berubah bentuk, tetapi semangatnya tetap sama,” tegas Bambang.
Prinsip integritas, profesionalisme, dan kolaborasi menjadi kompas utama Mayjen Bambang dalam melanjutkan kontribusi nyatanya untuk Indonesia. (aga)







Komentar