DEPOK – Program Biskita dari Pemerintah Kota Depok membuat warga terkaget-kaget karena nilainya mencapai Rp 19 miliar. Hal ini dirasakan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.
“Program Biskita merupakan pemborosan APBD Depok, dimana layanan transportasi tersebut ternyata selama ini digunakan oleh warga Depok yang bekerja di Jakarta berasal dari masyarakat Depok,” kata Atet Handiyana, pengusaha dan warga Kalimulya, Kota Depok, Rabu malam (23/9).
Menurut dia, Biskita merupakan pemborosan APBD Depok, dimana layanan transportasi tersebut ternyata selama ini digunakan oleh warga Depok yang bekerja di Jakarta.
“Mungkin tidak ada itu warga kelas menengah kebawah yang menggunakan layanan Biskita. Rata-rata menengah keatas yang kerja dan membayar pajak penghasilan ke Jakarta,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima, pengadaan barang dan jasa (barjas) pada proyek layanan biskita mengandung unsur dugaan pelanggaran administrasi, dimana dengan nilai proyek sekitar Rp19 miliar itu diadakan dengan metode penunjukan langsung.
“Apakah boleh proyek senilai belasan miliar di daerah tingkat II boleh dengan penunjukan langsung. Kalau emang tidak, tentu itu pelanggaran yang jelas ada unsur muatan terselubung,” tuturnya.
Dengan petugas Biskita yang hanya kurang dari 60 orang, imbuhnya menilai 19 miliar rupiah yang digelontorkan APBD Depok melalui proses penunjukan langsung atau PL, potensi dan aroma manipulasi terdengar sangat kental.
Menurut dia, agar Biskita tidak membebani APBD, maka perlu dibuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus angkutan umum jelas sangat menguntungkan.
Seperti diketahui, Program Layanan Transportasi Biskita Depok merupakan program kolaborasi antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemkot Depok, dimana pada program itu Kemenhub menghibahkan 15 armada bus beserta halte.
Plt Kadishub Depok Aan Syurahman merupakan pejabat yang mengusulkan proyek maintenance serta beberapa unsur lainnya sebagai sarana pelengkap operasional seperti gaji petugas dan perawatan bus.
Ketika dikonfirmasi, Aan Syurahman hanya meminta agar meminta keterangan kepada Kabid Angkutan. “Mangga ke Kabid Angkutan aja langsung, silakan ke bidang ya,” ujar Aan. (anton)







Komentar