oleh

Sejumlah Perusuh Dibekuk, Ormas di Jakarta Dukung Polda Metro Jaya Tindak Tegas Terorisme

JAKARTA – Sejumlah organisasi massa (ormas) mendukung langkah Polda Metro Jaya mengungkap kasus penghasutan untuk melakukan aksi rusuh di Jakarta pada bulan ini. Aparat penegak hukum harus tegas menghadapi tindakan oknum masyarakat yang bersifat anarkis.

“Kalau Jakarta tidak kondusif, yang pertama terdampak adalah masyarakat luas, termasuk kami, keluarga kami, anak dan istri kami. Jadi, menjaga kamtibmas sudah menjadi kewajiban ormas,” kata Ketua DPD BPPKB Banten DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Dia mengajak seluruh ormas untuk memastikan Jakarta tetap aman. Dia mendukung penindakan terhadap para terduga pelaku anarkisme. “Siapapun yang ingin membuat kekacauan, melakukan terorisme, premanisme, arogan, kami mengecam keras. Mereka tidak boleh dibiarkan berkeliaran memengaruhi orang lain,” ujar pengacara sekaligus pengusaha.

Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Juaini Yusuf menambahkan pihaknya siap membantu Polda Metro Jaya untuk menjaga kondusivitas. Mereka berharap sinergi antara masyarakat, ormas, dan aparat keamanan terus diperkuat, demi menjaga Jakarta tetap damai dan aman. “Kami menolak segala kegiatan yang membuat Jakarta tidak aman dan tidak kondusif. Kalau ada aksi yang tidak bertanggung jawab, kita lawan,” tegasnya.

Kronologi Pengungkapan Kasus
Kasubdit III Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung menjelaskan kasus terungkap setelah penyidik Ditressiber melakukan patroli siber. Saat itu didapati unggahan teror di Instagram @bahanpeledak dengan latar belakang foto Wisma DPR.

“Menampilkan kalimat pengancaman dengan kalimat ‘kita adalah bayang-bayang yang kalian takuti dan kita adalah teror’. Kemudian stori berikutnya adalah, ‘Wisma lo udah gue teror kali aja kantor lo mau gue teror juga’,” jelas Rafles.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan menangkap admin akun tersebut berinisial BDM di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/12) dini hari. Polisi juga menyita bom molotov dari pelaku.

Polisi melakukan pengembangan dan mengamankan terduga TSF di hari yang sama di Pondok Melati, Kota Bekasi. Berdasarkan penyelidikan, BDM mengaku membuat molotov atas pesanan TSF. Polisi menyita masker gas respirator hingga ponsel dari TSF.

Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menambahkan, tersangka YM ditangkap di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dia ditangkap setelah mengunggah postingan yang berisikan bahan peledak untuk aksi rusuh nantinya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *