oleh

Petugas BP2MI Gagalkan Belasan Calon Pekerja Ilegal di Apartemen

POSKOTA.CO – Belasan calon pekerja migran ilegal yang akan dikirim ke luar negeri digagalkan petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Apartemen Istana Harmoni Jl Hayam Wuruk, Gambir, Jakpus, Senin (19/4/2021) tengah malam.

“Ia ada 13 orang calon pekerja migran ilegal yang diamankan dari penampungan seorang diantaranya wanita dan rencana mau dikirim ke Mesir,” ujar Benny Rhamdani Kepala BP2MI.

Sekitar pukul 21:00, petugas BP2MI datang kelokasi apartemen dijadikan penampungan di kawasan Gambir Jakarta Pusat itu, petugas dengan langsung segera menuju lantai 12 yang di sinyalir sebagai tempat penampungan ilegal. Tapi sebelumnya petugas sudah mendapat informasi.

Disaat petugas gerebek lokasi sempat dihalangi security setempat begitu tahu kalau yang getebwk iru petugas negara akhirnya berhasil masuk hingga bertemu dengan belasan pekerja ilegal yang akan dikirim ke Mesir. Para pekerja maupun staf penyalur kaget melihat kedatangan petugas.

Sementara Kepala BP2MI Benny Rhamdani memimpin pengerebekan sempat berdialog pada salah seorang pekerja migran yang akan di kirim ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan.

“Kita akan bantu, bapak diminta agar tenang saja, Kami dari Pemerintah ingin membantu para migran gelap,” tegas Benny dengan alat pengeras suara pada calon imigran.

Eko, 40, satu korban saat ditanya petugas mengaku sudah membayar biaya pemberangkatan ke luar negeri dan dijanjikan akan mendapat pekerjaan di negara tersebut. Eko dan beberapa rekannya juga sudah membayarkan DP sebelum berangkat.

Kemudian petugas BP2MI meminta para pekerja migran untuk menunjukkan dokumen yang ada dan perusahaan mana yang menampung mereka dan menjanjikan mereka berangkat ke keluar negeri.

Saat itu pekerja migran menunjukkan dokumen di dalam sebuah amplop putih yang bertuliskan PT Savannah Agency Indonesia yang beralamatkan Jalan Puri Raya Kembangan Jakarta Barat. Saat dilakukan pengecekan secara sistem oleh petugas ternyata perusahaan itu tidak resmi.

“Perusahaan yang memberangkatan itu tidak punya izin rekrutmen dan penempatan. Ini jelas penipuan. Kalo bapak tetap jalan, paspor anda bisa ditahan, kami di sini ingin membantu,” tegas petugas.

Dari data yang didapat ternyata perusahaan ilegal karena tak punya ijin mau memberangkatkan ke 13 korban itu ke negara Qatar, Mesir, Turki dan Dubai.

“Para koban ini dijanjikan akan dikerjakan di restoran kemudian di Pabrik. Kalo melihat yang memberatkannya Kita cek tadi ke sistem perusahaan ini tidak ada izin untuk rekrutmen dan penempatan calon bekerja, artinya ini Ilegal,” katanya.

Kepala BP2MI Benny, menjelaskan belasan pekerja ini dimintai uang sebelum keberangkatan, nominalnya pun bervariasi mulai dari Rp 28 juta hingga Rp 30 juta. Bahkan jika mereka tidak bisa membayar akan dilakukan pemotongan gaji mereka saat bekerja.

“Ini perdagangan orang yang harus kita perangi bersama. Negara tidak boleh kalah, kita tidak boleh memperdagangkan demi keuntungan semata,” paparnya.

Kini mereka yang 13 orang yang sempat ditampung di Apartemen akan dipindahkan sementara ke penampungan BP2MI di kawasan Ciracas Jakarta Timur. Mereka juga akan di berikan fasilitas sementara baik makan dan tempat tinggal.(silaen/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *