oleh

BP2MI Beri Sosialisasi Pencegahan TPPO di Kampus UNJ

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan sosialisasi menghindari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Upaya itu untuk melindungi generasi muda Indonesia dengan berharap tak ada kasus seperti yang di Jerman.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, pemberian sosialisasi ini agar para sivitas akademika tidak menjadi korban TPPO yang dijalankan sindikat dengan berbagai modus. Terlebih, kasus TPPO mahasiswa magang yang pernah diungkap Polri dengan kedok ferienjob atau magang.

“Setiap orang berpotensi menjadi korban TPPO sindikat dan mafia. Saya selalu katakan siapa sih para sindikat, ya cukong, pemilik modal,” kata Benny di di kampus UNJ, Jumat (31/5).

Menurut Benny, aar terhindar jadi korban TPPO, BP2MI menyatakan para sivitas akademika perlu memperhatikan penawaran, hingga alur penempatan kerja diberikan kaki tangan mafia TPPO. Karena sindikat TPPO juga menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, bahkan prosedur pemberangkatan dilakukan secara cepat, dan menanggung seluruh biaya.

“Cara kedua propaganda media sosial yang banyak dipenuhi tawaran peluang kerja di luar negeri. Jika tawaran melalui perusahaan pastikan perusahaan itu resmi, aktif, terdaftar,” tambah Benny.

Diungkapkan Benny, BP2MI memiliki daftar nama 300 perusahaan penyalur tenaga kerja resmi, hal ini yang perlu dipastikan para sivitas akademika saat mendapatkan tawaran pekerjaan. Modus lainnya yakni lembaga pelatihan kerja (LPK) yang menjanjikan dapat membantu melakukan penempatan di luar negeri, padahal LPK tak memiliki kewenangan penempatan.

“Tidak sedikit LPK yang menawarkan seseorang untuk bekerja di luar negeri. Ini adalah bagian dari kejahatan, modus operandi sebagai tempat pelatihan yang menawarkan pekerjaan,” tuturnya.

Benny berharap, melalui kegiatan yang digelar para sivitas akademika sudah mendapat sosialisasi pencegahan dapat membantu mengedukasi masyarakat, agar semakin banyak yang mengetahui modus-modus sindikat TPPO.

“Ini yang harus kita lawan, kampus ini menjadi basis perlawanan secara intelektual, akademik, kebenaran. BP2MI butuh kampus, BP2MI butuh lembaga pendidikan,” tutup Benny. (Ifand/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *