DEPOK – Mengantisipasi penumpukan atau gunungan sampah buangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Pemkot Depok terus berupaya mengatasi dan mencari alternatif lain penangganan sampah buangan salah satunya mengembangkan alat incenerator untuk membakar limbah sampah padat.
“Kami terus berinovasi mencari terobosan mengatasi sampah buangan warga terlebih limbah sampah padat, selain melakukan sosialisasi ke warga Depok juga bekerja sama dengan Kabupaten Bogor untuk membuang sampah di Nambo, Bogor,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Nina Suzana, Kamis (31/10/2024).
Keberadaan alat incenerator yang berfungsi untuk pembakaran limbah padat, cair atau gas, dalam sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan. Bahkan diprediksi dapat mengurangi sampah di hulu atau dari rumah tangga yang diperkirakan hingga 20 ton per hari dan saat ini pengembangannya sudah mencapai 90 persen.
Menurut dia, alat tersebut kini berada di Jalan Merdeka Raya, Depok II Tengah, Sukmajaya dengan alasan karena di wilayah tersebut memiliki banyak Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berdekatan, sehingga bisa menuntaskan permasalahan sampah.
“Ada dua unit alat dan sudah dipasang yang berharap nantinya dapat terpasang di semua TPS yang ada tentunya secara bertahap,” tuturnya. Nina berharap program bank sampah di seluruh RT dan RW Kota Depok terus aktif melakukan kegiatan pemilahan sampah buangan rumah tangga.
Tidak hanya program memilah sampah buangan saja, imbuh dia, penggunaan maggot untuk penguraian sampah organik dan biokompos juga menjadi solusi inovatif yang dipromosikan. “Melalui berbagai upaya ini diharapkan bisa menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung,” tutupnya. (anton)







Komentar