oleh

Protes ke Pemkot Depok, Enam Ketua RT dan Ketua RW 06 Cipayung Mundur Massal

DEPOK – Hadiah Ulang Tahun Kota Depok ke-27 pada 2026 ini diwarnai aksi demo dan penyerahan stempel serta melepas jabatannya dilakukan enam ketua RT dan Ketua RW 06, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung mundur massal, karena malu kepada warga atas janji-janji Pemkot Depok yang akan memperbaiki infrastruktur di lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Cipayung.

“Kami malu sama warga sekitar TPA Cipayung sudah hampir tiga bulan Pemkot Depok berjanji memperbaiki lokasi yang longsor tapi tidak ditangani sampai sekarang,” ujar Maja, Ketua RT 03/06 Kelurahan Cipayung, pada Sabtu (9/5/2026).

Bukan hanya tiga bulan, tapi sudah hampir lebih dua tahun ini kondisi TPA Cipayung bermasalah baik buat busuk maupun longsor. Terparah saat tiga bulan lalu saat hujan dan tebing longsor ke Kali Pesanggrahan hingga membuat disekitar areal menjadi danau baru.

Aksi demo, ujar Maja, tentunya merupakan buntut agar Pemkot Depok secepatnya menangani longsor tersebut, karena sudah ada alat berat di lokasi tapi tidak berfungsi. “Warga selama ini merasa dibohongi dengan janji-janji saja. Kami yang malu karena tiap saat ditanya tidak memberikan kepastian kapan Pemkot Depok memperbaiki,” imbuhnya, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (10/5/2026).

Sementara itu, Ny. Fatma, warga RT 5/06 mengaku kecewa dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok serta dinas terkait yang selama ini hanya umbar janji memperbaiki TPA Cipayung. “Mereka tidak merasakan dampak dari sampah setiap hari. Kita yang tinggal disini sangat terasa, belum masalah kalau langsor sampahnya,” tuturnya.

Kondisi TPA Cipayung yang berbatasan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, menurut Fatma, lebih parah lagi karena berbatasan dengan Kali Pesanggrahan dan akibat longsor saat hujan beberapa waktu lalu kini badan kali menjepit.

Di lain kesempatan, Ade Supriatna, Ketua DPRD Kota Depok mengatakan, Pemkot harus secepatnya membuka diri kepada warga RW 06 Cipayung, dan merespons cepat sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Anggaran tentunya sudah dipikirkan, tapi memang secara bertahap ditangani. Diharapkan warga sekitar TPA Cipayung bersabar,” ucap Ade. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *