oleh

KPU Batalkan Penghitungan Suara Menggunakan Sirekap di Pilkada Depok

POSKOTA.CO – Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggunakan sistem informasi rekapitulasi elektronik (Sirekap) untuk menghitung ulang hasil penghitungan suara di Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang di Kota Depok batal dilakukan dab dikembalikan ke penghitungan lama secara berjenjang.

“Hasil rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR bersama KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP meneguhkan pembatalan penggunaan Sirekap untuk perhitungan resmi pada Pilkada serentak 2020 dan dikembalikan penghitungan lama secara berjenjang termasuk Pilkada di Kota Depok,” kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna, Rabu (18/11).

Kegiatan penghitungan perolehan suara Pilkada serentak di seluruh Indonesia termasuk Kota Depok resmi kembali ke pola lama yakni dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga pleno penetapan pada tingkat kota dan secara manual.

“Bisa dikatakan Sirekap tersebut fungsinya sama seperti sistem informasi penghitungan suara (Situng) pada pileg/pilpres 2019 yang berfungsi sebagai sebatas publikasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui hasil dari pada pilkada. Untuk hasil resminya tetap dilakukan secara manual,” katanya.

Menurut dia, alasan dibatalkannya penerapan Sirekap pada pilkada serentak 2020 karena masih banyak Anggota Komisi II DPR bahkan Bawaslu RI yang menyangsikan kesiapan KPU untuk menerapkan itu anatar lain dari sisi jaringan kan tidak semua wilayah di Indonesia ini punya jaringan internet. “Kecuali Kota Depok ya, blank spot itu Nol. Tapi kalau bicara wilayah Kabupaten/Kota lain khususnya luar Jawa, masih banyak yang belum memiliki jaringan, termasuk kesiapan perangkatnya,” ujarnya.

Sehingga hasil rapat dengar pendapat tersebut tegas menunda pelaksanaan penghitungan suara menggunakan Sirekap. Walaupun, uji coba penggunaan Sirekap telahbdilakukan di Hotel Santika, Kota Depok, Rabu (16/9) lalu yang juga dihadiri Ketua KPU RI Arief Budiman secara umum berjalab lancar tanpa ada kendala.

Sebagai informasi, perbedaan Situng dengan Sirekap yaitu pada Situng, pemindaian dilakukan terhadap Salinan Form C1 oleh petugas di kantor KPU Kabupaten/Kota melalui perangkat pemindai (scanner). Untuk penghitungan melalui Sirekap, pemindaian dikenakan terhadap Form C1 Plano oleh petugas KPPS melalui ponsel pintar, yang di dalamnya terdapat aplikasi Sirekap.

Perbedaan lainnya, tidak ada entri data manual pada prosedur Sirekap. Teknologi optical character recognition (OCR) dan optical mark recognition (OMR) otomatis mengonversi angka yang ditulis dan lingkaran yang dihitamkan oleh petugas KPPS ke dalam data yang dapat dibaca oleh komputer dan manusia. “Kelemahan pada Sistem ini, KPPS dituntut untuk bisa mengambil foto Form C1 Pleno dengan fokus tinggi agar dapat dibaca oleh telnologi OCR-OMR,” ujarnya yang menambahkan teknologi ini kerap keliru mengkonversi angka.

Selain itu barcode hasil foto Form C1 Plano dan hasil pembacaan teknologi OCR-OMR tak dapat diakses oleh saksi dan pengawas TPS. Namun jika Sirekap ini sudah dapat berjalan dengan baik di tingkat KPPS, informasi hasil perolehan suara resmi pilkada 2020 dapat di akses masyarkat secara real time. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *