oleh

Dilarang Impor Wortel, DPR Pertanyakan Tiga Importir Diberikan RIPH

POSKOTA.CO – Komisi IV DPR RI mempertanyakan tiga importir secara diam-diam mendapatkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) wortel dari Kementerian Pertanian, padahal sejak lama sudah dilarang impor.

Ketiga importir wortel tersebut, PT Segar Mas Prima sebesar 1500 ton,  Era Jaya Agung 2000 ton, dan Mitra Sarana Purnama 200 ton.

“Saya pertanyakan  itu ke Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, kenapa sampai bisa impor,” ujar Sudin kepada wartawan.

Menurutnya dengan mendatangkan impor wortel akan merugikan petani, wortel di Indonesia.

Dikatakan Sudin, mudahnya impor wortel menandatangani ke tidak peduli an Kementan dengan para petani.

“Sampai dimana hati nurani Dirjen, pada saat dia memberikan RIPH wortel,” ujar  Sudin.

Anggota komisi IV DPR lainnya juga keheranan sejak tahun 2017 impor wortel sudah dilarang kini dibuka kembali.

Semestinya kalaupun dibuka lagi tetapi pendistribusiannya harus diawasi hanya sampai cukup di swalayan jangan ke pasar tradisional.

Dirjen Holtikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan meskipun RIPH untuk impor wortel diberikan sebanyak  4.430 ton namun realisasinya hanya 360 kilogram saja.

Alasannya ada perjanjian dengan Australia untuk impor wortel dari negara tersebut.

“Kenapa kita diatur Australia masa sama Australia diancam soal wortel langsung diem-diem tiga importir diberikan ijin. Kementan kurang nasionalis,” papar Sudin.

Ketua Komisi IV DPR Sudin, mengaku kecewa atas temuan sayur mayur (Hortikultura) impor beredar di pasaran. Hal itu dianggap semakin mencekik kehidupan para petani sayur mayur di Indonesia. (dwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *