oleh

Kebun Raya Bogor Perkuat Eduwisata Lewat Kelas Praktik Tanaman dan Seni

BOGOR – Kebun Raya Bogor terus mengembangkan konsep eduwisata dengan menghadirkan berbagai kelas edukasi yang mengajak masyarakat belajar mengenai tumbuhan melalui pengalaman dan praktik langsung.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi kebun raya, tidak hanya sebagai destinasi rekreasi dan konservasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat.

Sejumlah kelas edukasi yang tersedia antara lain kompos, propagasi tanaman buah melalui teknik mencangkok, tabulampot, kokedama, nepenthes, terrarium, platycerium, kultur jaringan, Oshibana hingga ecoprint.

Peserta mendapatkan materi sekaligus kesempatan melakukan praktik dengan pendampingan fasilitator.

Pengelola juga menyediakan bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan selama kegiatan.

Harga kelas edukasi dimulai dari Rp65.000 per peserta, belum termasuk tiket masuk Kebun Raya Bogor. Biaya tersebut menyesuaikan jenis kelas yang dipilih.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan kegiatan edukasi tersebut dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan tumbuhan dan lingkungan.

“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas,” kata Zaenal, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, metode belajar berbasis pengalaman memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami proses secara langsung, mulai dari perbanyakan dan perawatan tanaman hingga pemanfaatannya menjadi produk kreatif.

Salah satu kegiatan yang menerapkan pendekatan tersebut adalah kelas Oshibana.

Dalam kelas ini, peserta mempelajari teknik memanfaatkan bunga dan daun yang telah dikeringkan dengan metode press untuk kemudian disusun menjadi karya seni.

Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan teknik pengolahan material tumbuhan, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, fokus dan kesabaran peserta.

Peserta Kampung Inggris LC, Aurora (15), mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kelas Oshibana di Gedung Samida, Kebun Raya Bogor, pada 4 Juli 2026.

Ia mengatakan kegiatan tersebut membuatnya mengetahui proses menata dan mengawetkan bunga menggunakan teknik Oshibana.

Sementara itu, peserta lainnya, Arsyad, menilai kelas tersebut menjadi kegiatan positif karena dapat membantu melatih konsentrasi, kreativitas dan kesabaran.

Pengembangan kelas edukasi tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa hingga komunitas.

Program serupa juga dikembangkan di kebun raya lain yang dikelola PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik dan koleksi masing-masing kebun raya.

Melalui program ini, Kebun Raya Bogor berharap aktivitas kunjungan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Pengunjung tidak hanya menikmati kawasan hijau, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai tumbuhan, keanekaragaman hayati serta pentingnya konservasi. (yd/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *