JAKARTA – NTT kembali diguncang gempa pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58.24 WIB dengan kekuatan M 7,7. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer arah timur laut dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Pusat gempa ada pada kedalaman 15 kilometer.
Pascagempa utama, tercatat ada 37 aktivitas gempa susulan hingga pukul 07.07 WIB. Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13 WIB, kemudian magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB, dan magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB.
Sebanyak 5 orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.
“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, sesar ini berpotensi menyebabkan gempa bumi bermagnitudo 7,8 hingga 7,9.
“Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 – 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto dikutip dari Antara.
Ia mengatakan bahwa pada tahun 1992 pernah terjadi gempa bermagnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan parah saat itu.






Komentar