oleh

ICK Apresiasi Keinginan Irjen Fadil Imran Estapet Tongkat Komndo PMJ

POSKOTA.CO–Harapan Irjen Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si Patut didukung dan dipresiasi Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK). Fadil berharap, ke depan ada anggota Polri berasal dari Papua sebagai penerus Kapolda Metro Jaya (PMJ) yang saat ini dipimpinnya.

“Pernyataan Irjen Fadil di depan  masyarakat Papua di Jakarta ini cukup menyentak dan mengagetkan adanya anggota Polri asal Papua sebagai penerusnya memimpin wilayah hukum Polda Metro Jaya. ICK mengapresiasi  harapan dan doa Irjen Fadil tanpa melihat asal usul daerah untuk memegang tongkat komando di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, SH dalam siaran persnya, Jumat (3/9/2021).

Sebelumnya, Irjen Fadil berharap dan berdoa kedepan ada anggota Polri dari Papua yang bisa menggantikan dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya. “Saya berharap dan berdoa mudah-mudahan suatu saat nanti orang Papua bisa jadi Kapolda Metro Jaya. Tentunya dengan didukung dengan masyarakat Papua yang di seantero nusantara,” kata Irjen Pol Dr. Drs. M Fadil Imran, M.Si, saat menggelar silaturahmi dengan warga Papua di Jakarta yang tergabung dalam Lembaga Tranformasi Papua, di Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada Kamis (2/9/2021).

Terlepas dari pernyataan Dr M Fadil Imran, M.Si, Gardi Gazarin tidak mempersoalkan asal usul daerah sosok perwira tinggi Polri yang menjadi Kapolda Metro Jaya. Namun, ICK berharap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan amanah kepada sosok anggota Polri Presisi yang handal dan paham Kamtibmas dalam menjaga Ibu Kota sebagai icon NKRI di mata negara luar.

Tidak hanya itu, lanjut Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014 – 2016, Kapolda Metro Jaya juga harus mempuni dan memiliki keahlian dalam penegakkan hukum seperti, serse, teknologi, lalulintas, bahkan ekonomi. Tujuannya agar kapolda dengan cepat dapat mengatasi situasi dan eskalasi Ibukota Negara yang dinamis, cepat dan dalam hitungan detik bisa terjadi Gangguan Kamtibmas (Gantibmas) yang merubah situasi dan kondisi tidak saja di Jakarta tapi juga merembet ke luar wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selain mendukung penuh motto Presisi Kapolri, kata wartawan senior yang malang melintang liputan di Polri, Kapolda Metro Jaya juga harus tegas humanis jangan pendendam. Apalagi era pandemi Covid-19 ini orang nomor satu di Polda Metro hendaknya   cekatan membantu pemerintah baik Pemprov DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat dalam menangani perekonomian.

Di samping itu, Kapolda Metro Jaya  harus mempuni di bidang teknologi. Di mana Jakarta merupakan pusat kemajuan teknologi yang terus berkembang saat ini banyak disalah gunakan. Kondisi ini bisa memunculkan terjadinya tindakan kejahatan yang dinamakan cyber crime, di antaranya peretasan, cyber terorism, hacking, carding, phising, defacing, dan cyber bullying.

Terkait rasio penduduk Ibukota DKI Jakarta dengan jumlah personil Polda Metro Jaya, Gardi Gazarin mengatakan rasionya masih di bawah 20 persen.

Pada semester I tahun 2021 jumlah penduduk Jakarta sebanyak 11.204.714 jiwa. Sedangkan personil Polda Metro Jaya mencapai sekitar 20 ribu personil itu sudah termasuk di wilayah Polres Metro Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota, Polres Kabupaten Bogor, Polres Kota Depok, dan Polres Kota Tangerang.

“Bila penduduk DKI Jakarta ditambahkan dengan penduduk di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Tangerang, maka perbandingan rasionya lebih kecil lagi, yakni, mencapai 10 persenan saja dari jumlah penduduk yang harus dijaga Kamtibmasnya oleh Polda Metro Jaya,” ungkap Gardi.

Hal pokok lainnya yang harus dimiliki Kapolda Metro Jaya adalah terobosan bidang lalulintas. “Lalulintas merupakan nadi kehidupan masyarakat di jalanan.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *