oleh

Guru dan Murid Masih Trauma Ledakan, Gubernur Pramono Izinkan SMAN 72 Lakukan Pendidikan Jarak Jauh

JAKARTA – Pasca peledakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan kegiatan belajar mengajar ( KBM) di SMAN 70 Jakarta dilakukan secara online untuk sementara waktu. Pasalnya, ledakan yang terjadi pada Jumat siang itu hingga kini masih membuat trauma para guru murid.

“Betul, saya mengizinkan KBM di SMAN 72 untuk sementara dilakukan pendidikan jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan,” kata Gubernur Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/11). Kebijakan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman ketika sedangkan melaksanakan KBM. Selain itu juga memberi luang yang leluasa bagi aparat keamanan melakukan olah TKP.

Selain memberikan izin penerapan PJJ, Pramono juga mendukung pemerintah pusat yang akan membatasi permainan game online yang mengandung unsur kekerasan ekstrem. Menurutnya, kebijakan pembatasan permainan yang diakses melalui ponsel dan sejenisnya tersebut diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

“Tentunya Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMA 72 tidak terulang kembali,” ujar Pramono. Ia mengungkapkan sebelumnya dirinya telah melihat langsung lokasi peristiwa dan menjenguk para korban yang tengah dirawat di rumah sakit. 

“Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, Pemprov Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya,” tegasnya. Insiden tersebut mengakibatkan 55 siswa terluka dan hingga saat ini masih ada beberapa korban yang dirawat di rumah sakit.

Terkait kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 72 pasca-insiden tersebut, Gubernur menyampaikan proses pembelajaran para siswa dilakukan secara daring. “Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Nahdiana telah memberikan laporan kepada saya, memang hari ini kita izinkan untuk daring,” kata dia. 

Selain itu, ia juga menyoroti agar tindakan perundungan yang bisa memicu terjadinya aksi kekerasan di lingkungan sekolah tidak boleh kembali terjadi. Meski demikian, Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian untuk mengusut tuntas motif dari pelaku penyerangan. Pramono juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi investigasi yang dilakukan pihak Kepolisian.

“Jadi yang paling utama yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu,” tandas Pramono. Sebagaimana diketahui bahwa pelaku peledakan adalah seorang siswa yang mengaku sering dibeli sehingga melapiaskan kemarahannya dengan meledakkan kawasan sekolah, termasuk di dalamnya ada masjid. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *