oleh

Dipicu Cuaca Ekstrem, dalam Sehari Kota Bogor Dilanda Dua Kali Kebakaran

BOGOR – Cuaca ekstrem yang melanda Bogor sejak sepekan mengakibatkan kebakaran di dua lokasi berbeda. Kebakaran pertama menimpa rumah warga di Cilendek, Bogor Barat. Sementara peristiwa kedua menimpa sebuah musala di Katulampa, Bogor Timur.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Rudiana melalui rilisnya yang diterima media ini, Selasa (17/3/2026), mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.00 WIB pada Senin (16/2/2026) sore.

Laporan pertama, kebakaran menimpa sebuah rumah warga di Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor, terbakar pada Senin (16/3/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Tiga penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. “Response time kami kurang dari 15 menit tiba di lokasi. Api dengan cepat dapat dikendalikan oleh unit kami,” kata Rudiana.

Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan tujuh unit armada pemadam kebakaran, serta satu unit mobil rescue. Api yang membakar satu unit rumah yang dihuni tiga jiwa tersebut berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lainnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah atau plastik yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Kebanyakan kasus kebakaran terjadi karena kelalaian manusia, seperti korsleting listrik atau kompor yang ditinggalkan menyala. Colokan listrik yang menumpuk juga bisa memicu kebakaran,” jelas Rudiana.

Sementara kebakaran kedua menimpa bangunan musala di RT 02/02, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Meski kebakaran menghanguskan tempat ibadah tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor berhasil melokalisasi api sehingga tidak merambat ke permukiman warga.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan pada Dinas Damkar Kota Bogor M. Ade Nugraha mengatakan, peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.20 WIB pada Senin (16/3/2026).

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, api tiba-tiba terlihat sudah membesar dari dalam bangunan musala yang saat itu dalam kondisi kosong. “Menurut saksi, awal mula kebakaran terjadi saat musala sedang kosong. Api tiba-tiba sudah membesar saat warga melihat ke arah bangunan tersebut,” ujar Ade.

Ade menyebut, sebanyak tiga unit mobil pemadam yakni dua Unit Yasmin dan satu Unit Sukasari dan satu unit tim rescue diterjunkan ke lokasi kejadian. “Proses pemadaman berlangsung singkat dan efektif. Hanya dalam waktu 15 menit sejak penyemprotan pertama dilakukan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.49 WIB,” ungkapnya.

Terkait musala tersebut memang bangunan kosong atau tidak, Ade menambahkan, bahwa musala kerap digunakan warga. “Musala ini sebelumnya selalu digunakan warga sekitar untuk beribadah maupun aktivitas lainnya,” katanya. (*/yopy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *