POSKOTA.CO – Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh inovasi atau pengembangan, serta sosialisasi atas digitalisasi dalam transaksi pembayaran non-tunai guna meningkatkan inklusi keuangan di Kota Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui Bank DKI telah berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk berinovasi mengembangkan sistem digitalisasi pembayaran. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ‘Cash Free Day 2022’ diharapkan dapat mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai digitalisasi pembayaran yang dikembangkan di Kota Jakarta. Kegiatan tersebut dinilai berhasil menarik animo masyarakat Jakarta untuk dapat merasakan inovasi transaksi non-tunai yang dikembangkan oleh Bank DKI.
“Sosialisasi dengan memanfaatkan momentum seperti hari ini berpengaruh besar dalam menanamkan kebiasaan kepada masyarakat. Pada awalnya kita memang harus memperbanyak sosialisasi, memberi pemahaman, hingga diterima dan dilakukan oleh masyarakat dan suatu saat akan menjadi kebiasaan. Perubahan itu memang tidak mudah, namun dengan berbagai strategi semua bisa menuju perubahan tersebut,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dalam keterangannya, Senin (12/9/2022).
Saat ini, Menurutnya teknologi berkembang begitu pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai aktivitas bisa dilakukan secara digital, salah satunya melalui telepon selular. Sekarang di berbagai tempat belanja di Jakarta, sudah tersebar sistem transaksi online.
Seperti diketahui bersama, Bank Indonesia telah mengembangkan digitalisasi pembayaran di Indonesia dengan meluncurkan Quick Response (QR) Code. QR Code digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik served based atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).
QRIS disebutkan mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, dan Langsung). Tujuannya antara lain untuk mendorong efesiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejalan dengan itu, Wagub Ariza menyampaikan apresiasi kepada Bank DKI yang telah bekerja keras mengembangkan digitalisasi pembayaran melalui JakOne Mobile. Bahkan, kinerja PT Bank DKI per Juli 2022 menghasilkan pertumbuhan transaksi melalui JakOne Mobile sebesar 29,42% atau sebanyak 477.262 year on year (yoy).
“Selain transaksi QRIS, sampai dengan Juli 2022, jumlah pengguna JakOne Mobile juga sudah mencapai 1,7 juta pengguna. Para pengguna itu tercatat melakukan sebanyak 12 juta volume transaksi dengan nominal lebih dari Rp11 triliun. Itu artinya, masyarakat kita sudah mulai terbiasa melakukan transaksi non-tunai. Ini merupakan hasil yang sangat baik, dan kami yakin akan terus berkembang ke depannya,” tutup Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (miv/fs)







Komentar