oleh

Pemilik Kendaraan Listrik Diharapkan Pahami Empat Cara Mengefesienkan Daya Baterai

JAKARTA-Pemilik kendaraan listrik diharapkan memahami empat cara mengefesienkan penggunaan daya baterai dan cara berkendaraan yang hemat energi usai menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) agar saat berkendara semakin optimal dan nyaman.

“Untuk dapat seoptimal dan senyaman mungkin berkendaraan listrik salah satu kuncinya adalah manajemen daya baterai dan cara berkendaraan yang hemat energi,” kata Boyke Lakaseru, National Project Manager Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV), Jumat (7/3).

Agar efesiensi daya baterai listrik tercapai maka ada empat cara antara lain pertama Gunakan Mode Berkendara yang Tepat – Banyak kendaraan listrik memiliki mode berkendara yang dapat disesuaikan, seperti eco mode yang membantu menghemat energi, ke dua Manfaatkan Regenerative Braking – Fitur ini memungkinkan kendaraan mengubah energi pengereman menjadi daya yang kembali mengisi baterai.

Ke tiga tentunya harus memperhatikan Kecepatan dan Akselerasi – Berkendara dengan akselerasi yang stabil dan menghindari kecepatan tinggi yang tidak perlu dapat memperpanjang daya baterai dan ke empat Rencanakan Rute dan Lokasi Pengisian Daya – Mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan dapat mencegah risiko kehabisan daya di tengah jalan.

Menurut dia, etika saat mengisi daya di SPKLU sangat penting agar pengalaman penggunaan tetap nyaman bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa pengguna harus menggunakan SPKLU secara efisien, tidak menggunakannya lebih lama dari yang dibutuhkan, serta segera memindahkan kendaraan setelah baterai terisi cukup agar pengguna lain dapat mengakses charger.

“Kita harus memastikan bahwa penggunaan SPKLU berjalan dengan tertib. Jangan meninggalkan kendaraan terlalu lama setelah pengisian selesai, dan pastikan kabel serta perangkat tertata rapi agar tidak mengganggu pengguna lain,” tuturnya.

Karena kesadaran akan etika penggunaan SPKLU sangat penting, ujarnya selain untuk kenyamanan pribadi juga bagian membangun budaya berkendaraan listrik yang baik dan saling menghormati.

Melihat semakin meningkatnya masyarakat memakai kendaraan listrik dan berkembang terus, imbuh dia, maka optimis transisi ke transpprtasi ramah lingkungan di Indonesia akan semakin terwujud. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *