DEPOK – Perkembangan industri yang semakin maju ditambah dengan dunia pendidikan yang berkualitas tentunya sangat penting untuk menciptakan terobosan atau inovasi baru memajukan pengetahuan masyarakat agar dapat menopang pembangunan suatu bangsa yang kuat dan berkualitas.
“Kolaborasi serta inivasi antar dunia industri dan dunia pendidikan sekarang memang sangat dibutuhkan serta harus dilakukan agar kemajuan teknologi suatu negara atau bangsa tidak ketinggalan dengan negara lain yang lebih maju,” kata Direktur PMO Kedaireka 2024, Dr. dr. Matrissya Hermita, MSi., M.I.Kom didampingi Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Dirjen Diktiristek periode 2020-2024 Prof. Ir. Nizam, M.Sc.,Ph.D saat acara CEO Mentorship di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, Depok, Minggu (26/5).
Program Ekosistem Kedaireka merupakan salah aatu plat form berbagi pengetahuan dari perwakilan mitra industri yang bertujuan mendorong minat Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan untuk berinovasi atau berkolaborasiq sesuai bidangnya untuk kemajuan usaha atau industri agar negara semakin maju dan tidak tertinggal dengan negara lain.
Menurut dia, CEO Mentorship merupakan program Ekosistem Kedaireka, bertujuan untukmerangsang minat kalangan akademis, masyarakat luas, dan sektor industri dalam menjalin kerja sama serta mendorong inovasi melalui narasi pengalaman dari para pemimpin dan pakardi bidang masing-masing yang diharapkan nantinya dapat mengambil langkah konkret dan mengembangkan inovasi untuk menangani beragam tantangan yang dihadapi di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, imbuh dia, kami berbagi pengetahuan dan pengalaman daripara penerima manfaat Program Dana Padanan dan juga para pemimpin dan ahli di berbagaibidang, memperkuat semangat untuk bersama-sama menciptakan solusi dan terobosan baru.
Sementara itu, salah satu pendiri platform Kedaireka, Prof. Ir. Nizam, M.Sc.,Ph.D. yang juga Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Dirjen Diktiristek periode2020-2024, menambahkan bahwa penting bagi Indonesia untuk mengedepankan kolaborasi dan inovasi sebagai ujung tombak kemajuan bangsa. “Kunci utama dalam menumbuhkan ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri adalah kesesuaian visi untuk memajukan ekonomi Indonesia melalui inovasi,” tuturnya.
Kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak tidak hanya menciptakan sinergi, tetapi juga menunjukkan inisiatif dan proaktif dalam menginisiasi kerja sama antar perguruan tinggi dan dunia usaha, imbuhnya yang menambahkan tentunya diikuti rasa saling percaya dalam membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut Budiyanto dari PT EWS, mengaku sabagainsalah satu perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia tentunya berterima kasih ke pemerintah Indonesia karena perusahaannya sebagai salah satu penerima manfaat Program Dana Padanan karena berkolavorasi dengan dunia pendidikan atau universitas yang ada di Indonesia. (anton)







Komentar