oleh

59 Negara Tutup Akses, Pelayanan Imigrasi Depok Tetap Meningkat

POSKOTA.CO – Sekitar 59 negara sahabat seperti di benua Eropa, Timur Tengah, Asia, bahkan Asia Tenggara yaitu Singapura menutup akses bagi warga negara Indonesia (WNI) berkunjung namun jumlah masyarakat khususnya Kota Depok yang membuat paspor tetap meningkat.

“Setiap hari ada sekitar 50 warga yang membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kota Depok dengan berbagai tujuan negara walaupun ada beberapa negara yang menutup diri kedatangan WNI ke luar negeri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Depok Ruhiyat M Tolib didampingi Kepala Sub (Kasub) Informasi Imigrasi Kota Depok Yuris Setiawan, Minggu (1/11/2020).

Data yang diperoleh ada 59 negara sahabat menutup akses bagi WNI yang ingin berlibur ke luar negeri antara lain benua eropa, Timhr Tengah, Asia bahkan negara tetangga Singapura terkait pandemi Covid-19, tapi untuk keperluan bisnis dan kenegaraan tetap diperbolehkan.

Menurut Ruhiyat, jumlah warga yang membuat paspor dan perpanjangan paspor memang sejak dua pekan terakhir mulai bertambah atau ada peningkatan dibandingkan beberapa waktu lalu yang setiap hari hanya melayani sekitar 20 orang kini sehari bisa mencapai 30 hingga 50 orang.

Kasub Informasi Imigrasi Kota Depok Yuris Setiawan. (anton)

Terlebih ada informasi sebelumnya Kota Depok masuk zona oranye, ujarnya, sesuai kuota yang disiapkan Kantor Imigrasi Kelas II Depok hanya sekitar 25 persen setiap hari yang dilayani petugas di Kantor Imigrasi.

Bahkan, imbuh Kasub Informasi Imigrasi Kota Depok Yuris Setiawan, untuk memberikan pelayanan maksimal dan mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 pihaknya juga terpaksa menutup sementara lokasi pelayanan Imigrasi di pusat perbelanjaan Detos Jalan Raya Margonda.

Semua kegiatan pelayanan Kantor Imigrasi Kelas II Depok dipusatkan di kantor pusat kawasan Grand Depok City (GDC) Sukmajaya. Sebelum ada pandemi Covid-19, pihaknya menyediakan sekitar 200 pemohon setiap hari kemudian karena ada pandemi Covid-19 terpaksa memangkas 75 persen kuota sehingga hanya disiapkan 20 hingga 25 persen atau 50 orang pemohon saja.

“Saat sebelum pandemi Covid-19, di kantor pelayanan pusat belanja Detos dibuka, pihaknya menyiapkan sekitar 50 pemohon dan sisanya 150 pemohon di Kantor Imigrasi Depok kawasan GDC Sukmajaya,” tuturnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *