oleh

Tiga Mahasiswa Unkris Raih Bantuan Modal Program Kewirausahaan dari Kemenpora

POSKOTA.CO – Tiga mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (Unkris) berhak mendapatkan bantuan pendanaan Program Kewirausahaan untuk Pemuda tahun 2021 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mereka menjadi bagian dari 78 mahasiswa yang berasal dari 40 perguruan tinggi mitra Kemenpora yang akan mendapatkan bantuan modal usaha masing-masing senilai Rp10 juta.

Ketiga mahasiswa Unkris tersebut adalah  Agung Ihza dari Fakultas Ekonomi, Linggar Putra Sagita dari Fakultas Teknik, Ulfatun Hidayah dari Fakultas Administrasi. Mereka telah mengikuti tahapan seleksi yang cukup ketat yang mulai digelar sejak program Kuliah Kewirausahaan tahap pertama pada 4 Agustus 2021 digelar di Unkris.

Penyerahan dana hibah dilakukan di Hotel Ciputra Citraland Jakarta Barat oleh Imam Gunawan, Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenpora mewakili Menpora Zainudin Amali, bersama 78 penerima dari 40 perguruan tinggi mitra Kemenpora. Hadir ikut menyaksikan penyerahan dana hibah tersebut Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) Unkris Dr. Susetya Herawati ST, MSi, dan para pendamping Inkubator Bisnis Unkris Syarif Hartawan M.Kom serta Agus Kusuma MM.

Imam Gunawan dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang lolos Program Kewirausahaan Kemenpora tahun 2021. “Para mahasiswa yang lolos ini sudah melalui tahap penyaringan yang sangat ketat. Tim juri melakukan penilaian mulai dari proposal bisnis, bakat, minat hingga kemampuan mahasiswa dalam mempresentasikan proposalnya termasuk bagaimana mahasiswa memberikan argument,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa program kuliah kewirausahaan yang digelar Kemenpora menjadi upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat kewirausahaan dari kalangan pemuda. Dari tahun ke tahun, jumlah peminatnya terus meningkat secara signifikan. Untuk tahun ini saja, rasio pendaftar mencapai 1:238. Artinya satu mahasiswa harus berhadapan dengan 238 peserta lainnya.

Karena itu, Imam meminta para mahasiswa yang sudah lolos program Kewiausahaan agar menjaga semangatnya untuk terus mengembangkan bisnisnya. Menjaga semangat inilah yang sering menjadi kendala bagi para pebisnis pemula.

Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa pada saat ini kewirausahaan menjadi instrumen penting untuk mengatasi masalah pengangguran dan untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkesinambungan bagi masyarakat dan bangsa. Berbagai alternatif kebijakan pun dirumuskan untuk mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha baru. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk pengembangan kreativitas terus dipacu untuk menjadikan bisnis dengan nilai tambah yang lebih besar.

Sementara itu, Dr. Susetya Herawati ST , MSi Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan yang juga pembimbing Inkubator Bisnis serta Dosen Kewirausahaan Unkris, sangat bangga terhadap prestasi mahasiswa Unkris. Menurutrnya mahasiswa Unkris memiliki ketangguhan dan semangat yang sangat baik di dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. “Para pembimbing dan pendamping tinggal memotivasi mereka agar terus mengembangkan diri,” tutur Herawati.

Lebih lanjut Herawati menjelaskan, dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan ada dua dimensi penting yang harus di miliki mahasiswa yaitu penguasaan teknologi dan dukungan permodalan. Penguasaan teknologi karena dunia usaha merupakan bagian strategis dalam system pengembangan teknologi nasional. Teknologi tidak mungkin berkembang tanpa dunia usaha.

“Teknologi dewasa ini bukan lagi sekadar inovasi, pengetahuan atau penerapan sain akan tetapi telah menjadi faktor determinan atau determinan faktor bagi kemajuan peradaban bangsa agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Sedang terkait dukungan permodalan, diakui Herawati, bagi para mahasiswa yang sedang didorong memiliki mindset kewirausahana ini penting. Sebab permodalan seringkali menjadi kendala yang cukup serius bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan yang dimiliki.

Untuk memudahkan akses mahasiswa terhadap permodalan tersebut, pemerintah sejatinya telah membentuk Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) seperti diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 pasal 51 ayat 3, berbunyi: “Dalam hal akses permodalan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan pemuda sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah membentuk lembaga permodalan kewirausahaan  pemuda.”

Hal tersebut juga diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2011, pasal 23 ayat 2, berbunyi: “Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing memfasilitasi bantuan akses permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf g dengan membentuk Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda.” Lalu Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2013 tentang Susunan Organisasi, Personalia, dan Mekanisme Kerja Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda” dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga nomor 614 tahun 2014 tentang Fungsi dan Tugas Pelaksana LPKP serta Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 0824 Tanggal 17 Oktober 2014 Tentang Penetapan Ketua dan Sekretaris Pelaksana LPKP.

Permodalan Kewirausahaan Pemuda itu sendiri adalah fasilitas yang diberikan kepada wirausaha muda untuk memulai, menjalankan dan/atau mengembangkan usahanya dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Ini merupakan salah satu program prioritas Kemenpora tahun 2020-2024 yang ditujukan bagi para pemuda termasuk mahasiswa.

Jadi Inspirasi Mahasiswa Lain

Di tempat terpisah, Rektor Unkris Ayub Muktiono mengatakan ini adalah pertamakalinya Unkris mengikuti Program Kewirausahaan untuk Pemuda yang digelar Kemenpora. Kesepakatan kerjasama (MoU) sebagai mitra strategis Kemenpora melalui Deputi Pengembangan Kewirausahaan tersebut dilakukan pada bulan Januari 2021 bersama 40 perguruan tinggi mitra Kemenpora.

“Kuliah Kewirausahaan kami gelar pada 4 Agustus 2021 dengan melibatkan sekitar 260 mahasiswa dari berbagai program studi,” jelas Rektor.

Dari 260 peserta tersebut kemudian terjaring 10 peserta dengan proposal yang dinilai paling potensial.Ke-10 mahasiswa tersebut kemudian mengikuti Kuliah Kewirausahaan tahap kedua bersama 78 mahasiswa dari berbagai perguruan tingg lain di Swissbell Hotel beberapa waktu lalu. Para mahasiswa tak hanya mengikuti kuliah kewirausahaan tetapi dalam kesempatan tersebut juga diminta mempresentasikan proposal bisnis di hadapan dewan juri termasuk menunjukkan sampel produknya.

Rektor bersyukur pada akhirnya 3 dari 10 mahasiswa Unkris berhasil lolos dalam program Kewirausahaan untuk Pemuda tersebut. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Semoga ini akan menginspirasi mahasiswa lain untuk juga mengembangkan potensi diri dalam bidang kewirausahaan,” lanjut Rektor.

Rektor mengingatkan agar para mahasiswa penerima bantuan hibah kewirausahaan dari Kemenpora, terus meningkatkan prestasi-prestasi lainnya karena kewirausahaan adalah proses internalisasi dalam menjadikan diri mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang berkarakter mulia .

Ulfatun Hidayah, mahasiswa prodi Administrasi Publik FIA Unkris yang menjadi salah satu penerima hibah permodalan kewirausahaan mengaku tak menyangka bahwa proposal bisnisnya dapat lolos bahkan menerima bantuan pendanaan dari Kemenpora. “Alhamdulillah, saya senang dapat bantuan modal dari Kemenpora,” tuturnya.

Ia sendiri telah menjalankan bisnis makanan frozen Hokiefood sejak 6 bulan lalu dengan produk seperti pisang coklat, risol dan lainnya. Dengan bantuan pendanaan yang diterimanya tersebut, Ulfa demikian biasa disapa, berencana memperbaiki kemasan makanannya agar jauh lebih menarik. “Selain itu saya akan membuat varian baru supaya pangsa pasarnya lebih luas,” tutupnya. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *