oleh

Tendik Humas dan IP UNJ Ciptakan Inovasi Sistem Otomasi Media Monitoring untuk Pangkas Waktu Kerja dan Tingkatkan Akurasi Informasi Publik

JAKARTA-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mendorong budaya inovasi di lingkungan kampus, tidak hanya melalui dosen, tetapi juga tenaga kependidikan (tendik). Pada 2026, LPPM UNJ menghadirkan skema baru “Penelitian Karya Inovasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026”, yang secara khusus ditujukan bagi tenaga kependidikan (tendik) untuk menghasilkan solusi inovatif yang mendukung peningkatan kualitas layanan institusi.

Salah satu penelitian yang memperoleh pendanaan dalam skema tersebut adalah pengembangan “Sistem Otomasi Media Monitoring Berbasis Web Scraping dan Cloud Computing”. Penelitian ini diketuai oleh Emas Arrum Nurdin yang merupakan tendik Humas dan Informasi Publik (Humas dan IP) UNJ bersama tim yang terdiri atas Wina Puspita Sari, Rizky Aditya Nugraha, dan Abby Faraz Airlangga. Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi publik, khususnya di lingkungan Humas dan IP UNJ.

Pengembangan inovasi ini berangkat dari kebutuhan nyata dalam proses media monitoring yang selama ini masih dilakukan secara manual. Setiap hari, petugas harus menelusuri pemberitaan satu per satu, memilah berita yang relevan, memeriksa kemungkinan data yang sama, kemudian mencatat tanggal tayang, nama media, judul berita, hingga tautan sumber ke dalam lembar kerja.

Tampilan sistem media monitoring yang berbasis bahasa pemrograman Python dengan memanfaatkan layanan RSS Google News sebagai sumber akuisisi data.

Proses yang berulang tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, duplikasi data, maupun terlewatnya pemberitaan penting mengenai UNJ.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan sistem berbasis bahasa pemrograman Python dengan memanfaatkan layanan RSS Google News sebagai sumber akuisisi data. Seluruh data yang diperoleh kemudian diintegrasikan dengan Google Sheets berbasis cloud sehingga dapat diakses secara kolaboratif oleh tim Humas dan IP UNJ.

Sistem Bekerja Secara Otomatis

Sistem bekerja secara otomatis berdasarkan kata kunci yang telah ditentukan. Informasi yang dihimpun meliputi tanggal publikasi, nama media, judul berita, dan tautan sumber. Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme penyaringan yang mampu mengecualikan pemberitaan dari domain internal unj.ac.id serta mencegah pencatatan ganda berdasarkan kesamaan URL berita.

Tidak hanya melakukan pencatatan otomatis, sistem juga menghasilkan laporan pemberitaan yang dikirim melalui surat elektronik dalam format “Morning Digest” dan “Afternoon Update”. Seluruh data tersebut dapat divisualisasikan melalui dasbor media monitoring sehingga perkembangan pemberitaan mengenai UNJ dapat dipantau secara lebih ringkas, sistematis, dan mudah dianalisis.

Ketua Peneliti, Emas Arrum Nurdin, mengatakan bahwa pengembangan sistem tersebut lahir dari pengalaman langsung menghadapi proses media monitoring harian yang memerlukan ketelitian sekaligus menyita waktu.

“Melalui otomasi, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat berlangsung lebih cepat dan konsisten. Tim dapat lebih fokus pada analisis isi pemberitaan dan penyusunan strategi komunikasi dibandingkan hanya melakukan proses pencatatan data,” ujarnya.

Sistem yang dikembangkan juga telah melalui pengujian fungsional menggunakan metode black box testing. Pengujian dilakukan terhadap lima fungsi utama, yakni penjadwalan otomatis, akuisisi data berita, penyaringan domain internal, pencegahan duplikasi URL, serta integrasi data dengan Google Sheets.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen, sehingga sistem dinilai siap mendukung proses media monitoring secara lebih efektif dan andal.

Dosen pembimbing sekaligus anggota tim peneliti, Wina Puspita Sari, menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat guna mampu menjawab kebutuhan nyata dalam pengelolaan komunikasi publik di perguruan tinggi.

Inovasi Teknologi Diperlukan

“Inovasi teknologi memang diperlukan untuk menjawab kebutuhan nyata dalam pengelolaan komunikasi dan informasi institusi. Sistem otomasi media monitoring ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi sederhana namun tepat guna dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi potensi kesalahan manusia, serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Saya berharap inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi Humas dan Informasi Publik UNJ, tetapi juga dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lain dalam mengelola informasi publik secara lebih cepat, akurat, dan terukur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Humas dan Informasi Publik UNJ, Syaifudin, mengatakan bahwa inovasi tersebut membuktikan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi dapat lahir dari tenaga kependidikan yang memahami kebutuhan operasional sehari-hari.

“Media monitoring merupakan salah satu fungsi penting dalam pengelolaan komunikasi publik universitas. Selama ini proses tersebut masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kehadiran sistem otomasi ini menjadi solusi yang mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat penyajian informasi, sekaligus meningkatkan akurasi data pemberitaan yang kami gunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan,” ujar Syaifudin.

Menurutnya, hadirnya skema Penelitian Karya Inovasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026 menjadi langkah strategis LPPM UNJ dalam membangun budaya inovasi di kalangan tenaga kependidikan.

“Kami mengapresiasi LPPM UNJ yang telah membuka skema penelitian khusus bagi tenaga kependidikan. Program ini mendorong budaya inovasi di lingkungan administrasi dan layanan universitas. Harapannya, semakin banyak inovasi yang lahir dari tendik untuk menjawab berbagai kebutuhan nyata di unit kerja, sehingga tata kelola perguruan tinggi menjadi lebih efektif, adaptif, dan berbasis teknologi,” katanya.

Ia menambahkan, sistem otomasi media monitoring tidak hanya memangkas waktu kerja tim Humas dan Informasi Publik, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik melalui penyajian laporan yang lebih cepat, konsisten, dan komprehensif. Dengan dukungan data yang tersusun secara sistematis, evaluasi citra institusi serta penyusunan strategi komunikasi dapat dilakukan secara lebih terukur dan responsif terhadap dinamika pemberitaan di ruang publik.(fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *