KUNINGAN -Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (TP3D) Dukuhbadag, Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Adam Nursamsi, S.IP., menyatakan, uji seleksi bagi calon perangkat desa akan dilakukan oleh unsur akademisi dari salah satu kampus di Kuningan.
Rencananya dijadwalkan pada Sabtu (8/8/2026) lusa, bertempat di aula balai desa.
Hal itu dikemukakan langsung Ketua TP3D Dukuhbadag, ketika dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM., di tempat kerjanya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Adam, uji seleksi merupakan bagian dalam tahapan pengisian jabatan perangkat desa yang akan ditempuh, dikarenakan pendaftar melebihi formasi kekosongan yang dibutuhkan.
“Kami menjaring hanya untuk kekosongan kursi kasi perencanaan, sedangkan pendaftar ada empat orang, sehingga harus dilakukan seleksi sesuai ketentuan,”terangnya.
Saat ditanyakan pertimbangan tim seleksi didatangkan dari unsur akademisi, Adam menjawab, hal tersebut hasil kesepakatan jajaran TP3D.
“Kami (TP3D-red) mengantisipasi kekhawatiran adanya asumsi masyarakat tim seleksi dinilai tidak netral, sehingga opsinya dilakukan oleh unsur akademisi agar lebih independen,”terang Adam.
Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kadis DPMD Kabupaten Kuningan, melalui Kabid Pemdeskel, Hamdan Harismaya, S.Kom., M.Si., mengatakan, tim seleksi untuk calon perangkat desa dapat dilakukan dari unsur akademisi.
Akan tetapi kata Kabid Hamdan, untuk di wilayah Kabupaten Kuningan, uji seleksi terhadap calon perangkat desa oleh unsur akademisi terbilang masih sangat jarang dilakukan.
Pihaknya menilai, panitia di desa dan pemerintah kecamatan setempat, atau pemerintah kabupaten (DPMD-red) sebetulnya akan lebih memahami tentang potensi dan kearifan lokal di desa terkait, sebagai kisi-kisi penting juga dalam tes seleksi calon perangkat desa.
“Komponen ini juga bisa menjadi tim uji seleksi, serta untuk menepis tendensi seperti meloncati,”ujarnya.
Namun begitu, Kabid Pemdeskel menyatakan, jauh lebih penting daripada itu, adalah tentang materi dan hasil uji seleksi nanti seperti apa.
“Mudah-mudahan berjalan sesuai harapan, objektif dan proporsional, sehingga melahirkan perangkat desa terunggul yang berkualitas, mampu menjalankan tugasnya dengan baik, serta berintegritas,”pungkasnya berharap. (Cep).







Komentar