BOGOR-Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar kelompok ibu-ibu PKK di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Kosmetika Berbahan Alam Melalui Media Buku Saku Memanfaatkan Potensi Tanaman Lokal pada Masyarakat Desa Singasari”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk kosmetika tradisional yang aman sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan dibuka oleh Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor, Hadijana, Camat Jonggol, Andri Rahman, serta Kepala Desa Singasari, Euis Sujana.
Ketua tim PkM, Dena Ritmi Sekar Nugrahaeni, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Kami memanfaatkan buku saku sebagai media pembelajaran agar materi yang diperoleh peserta tidak berhenti saat pelatihan selesai. Buku ini dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat untuk kembali membuat produk secara mandiri dengan memanfaatkan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, Nurul Hidayah, dan Mari Okatini Armandari. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa UNJ, Aerith Aurelia Azzahra dan Tanya Rafa Imani, yang mendampingi peserta selama sesi praktik.
Materi pelatihan difokuskan pada pembuatan “ratus rebus”, salah satu produk kosmetika tradisional yang dibuat dari campuran berbagai tanaman herbal. Selain praktik pembuatan, peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik bahan baku, manfaat tanaman herbal, teknik pengolahan yang benar, serta prinsip kebersihan dan keamanan dalam produksi kosmetika berbahan alam.
Bagikan Buku Saku
Buku saku yang dibagikan kepada peserta memuat informasi lengkap mengenai bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, manfaat produk, hingga prosedur keamanan dalam pengolahan. Kehadiran media pembelajaran tersebut diharapkan dapat memudahkan peserta mengulang proses produksi secara mandiri setelah kegiatan selesai.
Selama pelatihan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi dan pertanyaan mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan baku kosmetika. Peserta juga mengikuti setiap tahapan demonstrasi dengan pendampingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa sehingga mampu mempraktikkan proses pembuatan produk secara sistematis.
Selain memperkenalkan alternatif kosmetika berbahan alami, pelatihan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai potensi ekonomi dari sumber daya yang tersedia di desa. Tanaman herbal yang selama ini mudah ditemukan di sekitar lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk kebutuhan keluarga maupun dikembangkan sebagai usaha rumahan yang bernilai tambah.
Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin pengetahuan yang dimiliki kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Potensi tanaman lokal yang selama ini tersedia di lingkungan desa dapat diolah menjadi produk yang aman, bermanfaat, sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, FT UNJ berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berkembang. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan inovasi berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk kosmetika berbahan alam yang berkualitas, aman, dan memiliki daya saing.(fs)







Komentar