oleh

Nata de Coco Jadi Produk Olahan Air Kelapa yang Banyak Digunakan sebagai Hidangan Pelengkap

BOGOR – Nata de coco menjadi salah satu produk olahan air kelapa yang banyak digunakan sebagai pelengkap minuman maupun hidangan penutup.

Teksturnya yang kenyal, rasa yang manis, serta tampilannya yang bening membuat produk ini digemari oleh berbagai kalangan.

Namun, di tengah popularitasnya, masih muncul kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan urea dan amonium sulfat (ZA) dalam proses pembuatan nata de coco.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Khaswar Syamsu, menegaskan bahwa nata de coco yang diproduksi sesuai standar dan prosedur fermentasi yang benar aman untuk dikonsumsi.

Menurutnya, urea maupun ZA yang digunakan dalam proses produksi tidak berfungsi sebagai bahan pangan yang dikonsumsi manusia.

Kedua bahan tersebut hanya dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi bakteri selama proses fermentasi berlangsung.

“Nata de coco merupakan selulosa mikrobial murni yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri Acetobacter xylinum. Dalam proses tersebut, mikroorganisme membutuhkan sumber karbon dan nitrogen untuk tumbuh serta membentuk nata de coco,” jelas Prof. Khaswar Senin (22/6/2026).

Ia menerangkan bahwa urea dan ZA berperan sebagai sumber nitrogen yang membantu pertumbuhan bakteri selama fermentasi.

Dengan demikian, bahan tersebut tidak menjadi bagian dari produk akhir yang dikonsumsi masyarakat.

Prof. Khaswar juga menjelaskan bahwa setelah proses fermentasi selesai, nata de coco akan melalui serangkaian tahapan pengolahan, mulai dari pencucian, perebusan, hingga perendaman.

Proses tersebut bertujuan menghilangkan sisa media fermentasi dan berbagai substrat yang digunakan selama produksi.

Karena itu, produk nata de coco yang beredar di pasaran pada akhirnya berupa selulosa mikrobial murni yang telah terpisah dari media fermentasinya.

Produk akhir tersebut aman dikonsumsi selama diproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan terkait penggunaan urea dan ZA dalam pembuatan nata de coco.

Pemahaman mengenai proses fermentasi yang tepat dinilai penting agar konsumen dapat menilai keamanan produk secara lebih objektif. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *