JAKARTA – Selama hampir lima abad, Jakarta terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman. Berbagai perubahan tekah dilalui sehingga membentuk kota ini sebagai pusat pemerintahan daerah sekaligus berstatus daerah istimewa.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada acara Rapat Paripurna DPRD Memperingati HUT ke-499 Jakarta, Senin (22/6). Paripurna yang dihadiri segenap anggota Dewan dan pejabat Pemprov DKI berlangsung di gedung DPRD kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Satu tahun lagi, Jakarta genap berusia 500 tahun yang mana momen tersebut bakal menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Untuk mempersiapkan hal itu, Rano minta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat agar dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi Jakarta.
“Selama hampir lima abad, Jakarta terus tumbuh mengikuti dinamika zaman. Berbagai perubahan telah dilalui membentuk Jakarta sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, kebudayaan, sekaligus ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang,” ujar Rano.
Menurut Rano, peringatan hari jadi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. “Di tengah gejolak ekonomi global, Jakarta tetap mampu menunjukkan daya tahan dan kinerja ekonomi yang kuat,” tegas Rano.
Dipaparkannya, pada Triwulan I tahun 2026, perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen, serta mampu berkontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. “Kinerja pembangunan yang positif juga tercermin dari inflasi yang terkendali, peningkatan investasi yang signifikan, serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan,” paparnya.
Rano juga memaparkan penguatan sedikitnya ada dua aspek paling mendasar sebagai fondasi penting dalam menghadirkan Jakarta yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga mampu memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan hidup dengan lebih baik.
Pertama Aspek Pendidikan, yang direalisasikan Pemprov DKI Jakarta melalui bantuan pemutihan ijazah tahap I tahun 2026 bagi 2.026 peserta didik senilai Rp 3.953.712.300. Kemudian penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I tahun 2026 kepada 707.477 peserta didik dengan anggaran sebesar Rp 1.620.226.200.366. Penyaluran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap I tahun 2026 kepada 15.825 mahasiswa dengan anggaran sebesar Rp142.425.000.000.
Lalu, menjalankan program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah swasta yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Menyelenggarakan Sekolah Lansia PINTAR sebagai ruang pembelajaran bagi warga lanjut usia. Mempersiapkan skema beasiswa unggulan daerah bagi putra-putri Jakarta untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Kedua, Aspek Kesehatan yang mana Pemprov DKI Jakarta telah merealisasikan berbagai program seperti pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung dan persiapan pembangunan Rumah Sakit Daerah di wilayah Grogol Petamburan sebagai rumah sakit berstandar internasional.
“Kami juga membuka layanan kesehatan berbasis home service, melalui Pasukan Putih yang bertugas di puskesmas pembantu dan yang diturunkan langsung ke rumah-rumah warga,” beber Rano. Kemudian layanan kesehatan mental 24 jam melalui JakCare serta pembangunan empat Puskesmas di wilayah Kecamatan Matraman, Kelurahan Bale Kambang, Kelurahan Glodok, dan Kelurahan Gedong, serta rehabilitasi total lima Puskesmas di Jakarta. (jo)







Komentar