JAKARTA-Pemanfaatan teknologi digital dan produk inovatif menjadi kunci dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan. Pesan ini mengemuka dalam konferensi internasional International Conference on Community Development (ICCD) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana (UMB) di Jakarta pada Oktober 2025.
Dengan tema “Memanfaatkan Teknologi Digital dan Produk Inovatif untuk Pengembangan Komunitas Berkelanjutan”, konferensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas universitas, disiplin ilmu, dan negara dalam mencari solusi konkret untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya sebagai keynote speaker, Menko PM (Pemberdayaan Masyarakat) Dr. Abdul Muhaimin Iskandar menekankan peran strategis perguruan tinggi dan komunitas dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pembangunan sosial.
“Pembangunan harus berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat. Teknologi digital dan produk inovatif bukanlah sekadar alat, tetapi harus menjadi pintu bagi inklusi, pemerataan, dan kemandirian komunitas,” ujar Muhaimin.
Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sebagai ajang akademik, tetapi sebagai wadah nyata memfasilitasi hasil penelitian agar dapat berpengaruh langsung di masyarakat.
“Melalui ICCD 2025, kami ingin memastikan bahwa riset dan inovasi tidak tinggal di kampus tetapi hadir di tengah masyarakat, membantu memperkuat komunitas, meningkatkan kesejahteraan, dan mendukung keberlanjutan,” ujar Prof. Andi.
Konferensi ini diikuti oleh delegasi dari lima negara — Indonesia, Malaysia, India, Jepang, dan Australia yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra: BINUS University, Universitas Sahid, Universitas Budi Luhur dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Sebagai bagian dari tujuan konferensi untuk mempromosikan hasil penelitian dan membuka kanal pertukaran pengetahuan, panitia ICCD 2025 menetapkan lima karya terbaik (best papers) yang dinilai paling inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Karya-karya tersebut mencerminkan keberagaman pendekatan dalam pembangunan komunitas berkelanjutan, mulai dari penguatan ketangguhan bencana hingga inovasi pengelolaan limbah.
Lima karya tersebut adalah: “Disaster Resilience Partnership on Inclusive Early Warning System and SIBAR (Flood Information System) in RT.13, Pondok Betung, South Tangerang” (Universitas Budi Luhur); “Transforming Trash into Treasure: Waste Valorization Practise in Sustainable Product Development” (Universitas Mercu Buana); “Empowering Women Waste Bank Managers Through Waste Utilization for Hydroponic Systems at Teratai Waste Bank, Depok” (Universitas Sahid); “Capacity Building of RPTRA Personnel Through Visual Communication Design Training for Social Media” (Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)); dan “Empowering Communities through Hydroponic Farming as a Sustainable Approach to Food Security in Urban Indonesia” (BINUS University).
Kelima penelitian tersebut menunjukkan sinergi antara inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan komunitas yang tangguh dan mandiri.
ICCD 2025 menegaskan pergeseran paradigma akademik menuju riset yang kolaboratif, aplikatif, dan berdampak sosial. Forum ini menjadi wadah penting untuk memastikan bahwa inovasi digital dan pengembangan komunitas berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang tangguh dan inklusif. (fs)







Komentar