oleh

Wisata Seks ‘Halal’ di Puncak Ditawarkan Lewat YouTube Coreng Nama Indonesia

POSKOTA.CO – Perdagangan Orang (TPPO) berkedok Wisata Seks “halal” di Puncak, Bogor, Jawa Barat mobilitasnya tinggi dan teroganisir.

Mabes Polri terus mengembangkan kasus perdagangan seks di Puncak tersebut. “Modus operasi sudah kita ketahui, jaringan juga sudah tahu. Kami lakukan pengembangan,” ungkap Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Bareskrim Mabes Polri.

Menurutnya, praktek wisata seks tersebut sejak 2015 namun baru diungkap pada awal 2020.

“Jaringan prostitusi di Puncak, Bogor merupakan kejahatan terorganisir dan mobilitasnya tinggi,” tuturnya. “Cirinya punya sindikasi, ada sistem sel terputus jadi memang tidak mudah mengungkap perkara seperti itu.”

Saat menggelar kasus tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus praktek wisata seks halal di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat di Bareskrim Polri, sejumlah korban dihadirkan termasuk empat orang tersangka dan sejumlah barang bukti.

Terbongkarnya praktek ini lantaran beredar video wisata seks “halal” melalui Youtube hingga ke dunia internasional ditegaskan Asep, telah mencoreng nama Indonesia.

‎”Kegiatan penegakan hukum prostitusi yang melibatkan WNI ini cukup membuat nama Indonesia tidak baik di mata dunia. Oleh sebab itu,

upaya penegak hukum merupakan jawaban bahwa pemerintah serius,” tambahnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPO) bermodus wisata seks halal di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

‎Kasus bermula dari beredarnya video di youtube dengan Bahasa Inggris ‎yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak, Bogor.

Akhirnya dilakukan penyelidikan dan ditangkap lima tersangka, yakni NN (penyedia perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia laki-laki, Warga Negara Arab), DO (yang membawa korban untuk di booking) dan AA (pemesan dan yang membayar perempuan untuk di booking).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo menuturkan modus yang dilakukan yakni melalui booking out kawin kontrak dan short time.

“‎Jadi para korban dipertemukan dengan pengguna yang merupakan WN Arab yang ingin melakukan kawin kontrak ataupun booking out short time di villa daerah puncak dan di apartemen di kawasan Jakarta Selatan,” ucap jenderal bintang satu itu.

“Tersangka NN dan OK ini muncikari atau penyedia perempuan‎. Tersangka HS penyedia WN Arab. Korban dibawa oleh NN dan OK ke HS menuju villa menggunakan mobil yang dikendarai oleh DO,” tambah Ferdi Sambo.

Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang‎ (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara. (r)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *