oleh

Terbukti Palsukan Akta Autentik, Fikri Salim Dituntut 6 Tahun Penjara

POSKOTA.CO – Terdakwa kasus pemalsuan akta autentik, Fikri Salim alias Kiki, dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Guntur Adi N SH di Pengadilan Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

Jaksa menyatakan Fikri terbukti memalsukan surat pengikatan jual beli sebidang tanah di Casua, Bogor dari penjual Leonova Marlius dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No 525/Cisarua.

Harga tanah yang seharusnya Rp1.100.000per meter, namun pada akta pengikatan diubah menjadi Rp2.000.000 per meter. Perubahan harga ini diketik ulang oleh Junaidi yang sebelumnya telah divonis 4 tahun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Terdakwa terbukti bersalah,” kata jaksa di hadapan Majelis Hakim Tuty Haryati SH, MH dengan Hakim Anggota Yusuf Pranowo SH, MH dan Bambang Nurcahyono SH, MHum.

Pada sidang sebelumnya, saksi Junaidi juga mengaku mengetik ulang akta pengikatan atas perintah terdakwa Fikri Salim. Akta yang telah diubah harganya oleh Junaidi diserahkan kepada Fikri Salim untuk diserahkan pada bagian administrasi keuangan, Syamsudin.

Pada sidang pekan lalu Fikti Salim membantah semua keterangan saksi. Fikri setiap ditanya selalu berkata, tidak tahu, tidak benar sehingga membuat hakim mengingatkannya dengan nada keras.

“Saudara menyangkal keterangan saksi, tapi hakim punya pertimbangan sendiri,” kata Hakim Tuty.

Seperti diketahui, Fiksi Salim alias Kiki disidangkan dengan nomor perkara 760/Pid.B/2020/Pn.Jkt.Pst atas laporan Prof Dr Lucky Aziza selaku pemilik PT Jakarta Media. Fikri dituduh memasukan data dalam akta autentik, pemalsuan surat dan penggelapan dalam jabatan serta penipuan.

Berawal pada tahun 2018, Prof Dr Lucky hendak membeli tanah dari Leonova Marlius, namun harganya di-mark up oleh Fikti cs dari Rp1.100.000 per meter menjadi Rp2.000.000 per meter. Pengikatan jual beli yang Rp2 juta itulah kemudian diserahkan kepada bagian adminstrasi Keuangan Syamsudin yang kemudian mencairkannya melalui tiga cek Bank BNI atas nama Lucky Aziza.

Kasus ini terungkap setelah Prof Lucky melunasi pembayaran, Sertipikat Hak Milik No 525/Cisarua atas nama Lionova Marlius. Kemudian dibuatkan Akta Jual Beli No. 444/2018 tanggal 11 Desember 2018 yang dibuat berhadapan dengan PPAT Arfina Purbohadi SH.

Saat itu Prof Lucky (PT Jakarta Medika) belum menerima sertifikat atas nama Prof Lucky dan salinan akta jual belinya, walaupun sudah dibayar lunas sejak Maret 2019. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *