oleh

Sidang Virtual Kasus Mark up Jual Beli Tanah Terdakwa Fikri Salim di PN Jakpus

POSKOTA.CO – Sidang kasus mark up jual beli tanah seluas 720 meter persegi atas terdakwa Fikri Salim alias Kiki berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Sidang dipimpin Hakim Ketua Tuti dengan hakim anggota Bambang dan Yusuf dengan Jaksa penuntut Guntur.

Usai jaksa membacakan surat dakwaan, Hakim Ketua bertanya kepada terdakwa secara virtual tentang kejelasan isi dakwaannya. “Terdakwa Fikri Salim tidak dapat memghadiri sidang karena ditahan di daerah Bogor dalam kasus yang berbeda,” kata Hakim Ketua Tuti, Selasa (18/8/2020).

Hakim Ketua meminta akan melanjutkan sidang lanjutan pada Senin (24/8/2020) mendatang.
Sidang terdakwa Fikri berdasarkan Laporan Polisi Nomor: 7846/XII/2019/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 03 Desember 2019, dianggap melanggar Pasal 266 KUHP dan Pasal 263 KUHP, serta Pasal 374 KUHP dan pasal 378 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, terdakwa Fikri Salim diduga melakukan mark up jual beli tanah yang terletak di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Fikri diduga membuat/mengetik kembali akta pengikatan jual beli yang dibuat oleh notaris Arfiana Purbohadi SH yang belum ada nomor dengan mengubah harga menjadi Rp2.000.000 per meter.

Setekah di-mark up harga objek tanah Sertifikat Hak Milik No 525/Cisarua tersebut menjadi Rp1.440.000.000. Perbuatan ini dilakukan Fikri dengan menyuruh Junaidi setelah akta pengikatan untuk jual beli yang dibuat oleh Notaris Arfiana Purbohadi SH diketik/diubah menjadi harga Rp1.440.000.000.

Akta pengikatan untuk jual beli yang sudah diubah harga Jual beli tersebut diserahkan kepada Administrasi Keuangan PT Jakarta Medika yang bernama Samsudin untuk dilakukan pengajuan pembayaran ke Prof Lucky.

Berdasarkan akta pengikatan untuk jual beli yang dibuat oleh Notaris Arfiana Purbohadi SH yang belum ada nomor, tapi sudah ditandatangani oleh oleh para pihak penjual dan saksi-saksi, harga obyek tanah Sertifikat Hak Milik No 525/Cisarua tersebut sepakat Rp1.100.000 per meter sehingga harga keseluruhan sebesar Rp792.000.000.

Tetapi draft PUJB tersebut diganti oleh Junaidi atas perintah Fikri Salim, menjadi harga Rp2.000.000 per meter, total sebesar Rp1.440.000.000. Harga yang di-mark up oleh Fikri Salim dan Junaidi dinaikan lagi jadi Rp648.000.000 dengan menyuruh ubah akta perikatan tersebut kepada Junaidi, sesuai pengakuannya.

Bukti berupa cek BNI yang ditandatangani Prof Lucky di Jalan Sutan Syahrir No 6 RT 010/02 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng Jakarta Pusat, dengan masing-masing cek ditulis nama penjual Leonova Marlius.

Setelah Prof Lucky (PT Jakarta Medika) membayar lunas, tanah Sertifikat Hak Milik No 525/Cisarua atas nama Lionova Marlius tersebut, kemudian dibuatkan Akta Jual Beli No 444/2018 tanggal 11 Desember 2018 yang dibuat berhadapan dengan PPAT Arfina Purbohadi SH. Namun sampai dengan saat ini Prof Lucky (PT Jakarta Medika) belum menerima sertifikat atas nama Prof Lucky dan salinan akta jual belinya, walaupun sudah lunas sejak Maret 2019. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *