oleh

Selama Dua Pekan, Polres Bogor Ringkus 19 Tersangka Narkoba

POSKOTA. CO – Operasi selama dua pekan, Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap 17 kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Dari 17 kasus peredaran narkotika tersebut, kepolisian meringkus 19 orang tersangka berikut total barang bukti 126,66 gram sabu, 4 gram tembako gorilla, 12,1 gram ganja dan obat golongan G 1.874 butir.

Dari 19 orang tersangka, 2 orang merupakan residivis dengan kasus yang sama dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy Bandung dan sebuah Lapas di DKI Jakarta.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, pelaku AR, merupakan pengedar sabu asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dia ditangkap saat berada di Kecamatan Ciomas, Bogor.

Petugas yang melakukan penggeledahan saat ditangkap menemukan barang bukti 108,75 gram sabu dan 1,48 gram ganja.

“Dia ini residivis sebuah Lapas di DKI Jakarta,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Personel Sat Narkoba Polres Bogor sempat kesulitan dalam meringkus AR. Sebab, pelaku berupaya membuang barang bukti ke saluran air di toilet rumah kosannya.

Namun kesigapan personel Sat Narkoba, upaya tersangka membuang barang bukti sabu dan ganja bisa digagalkan.

Selain AR, tersangka AS residivis Lapas Banceuy Bandung ditangkap di rumah kontrakannya, di Kecamatan Cisarua, Bogor.

“Sebelum menangkap AS, kami tangkap dulu istrinya berinisial SP sekaligus kaki tangannya dalam peredaran atau penjualan narkotika jenis sabu,” tutur AKBP Harun.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Eka Chandra Mulyana menambahkan, tersangka AS dan SP itu mereka membeli sabunya dari seseorang bandar yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka AS membeli sabu dari bandar yang lebih besar. Dia mengenalnya saat bersama-bersama menjadi warga binaan di Lapas Banceuy Bandung. Setelah membeli sabu dari DPO, AS menyuruh istrinya SP untuk menempelkan paket sabu di tempat tertentu yang sebelumnya sudah janjian dengan pembeli atau pengguna narkoba,” tegas AKP Chandra.

Para tersangka yang berhasil diamankan tersebut yakni AR (27), AS (39), SP (20), TRS (18), AA (18), RA (21), JW (28), MC (33), FA (24), AN (35), ZK (50), IS (42), AS (21), FR (25) YK (39), AP (30), HP (30), BD (21), dan AR (25)

“Dari total 19 tersangka yang diamankan tersebut, terdapat 2 diantaranya merupakan residivis yaitu tersangka atas inisial AR dan AS,”tegasnya.

Dari pengungkapan yang di lakukan, para tersangka tersebut mengedarkan barang terlarang tersebut dengan cara menjajakannya melalui media sosial Facebook yang kemudian mengantarkan pesanannya tersebut pengirimannya di lakukan melalui jasa kurir dengan cara memasukkan Narkotika tersebut ke barang elektronik sebagai cara untuk mengelabui petugas, selain itu para tersangka tersebut mengedarkan barang – barang terlarang tersebut dengan cara sistem tempel.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *