oleh

Hasto: Perubahan Besar Bangsa Selalu Dimulai dari Ide dan Imajinasi Anak Muda

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda berani melahirkan ide, gagasan, dan imajinasi besar demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perubahan besar dalam sejarah dunia selalu lahir dari keberanian anak muda yang mampu menawarkan pemikiran baru bagi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Hasto saat peluncuran Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

“Di Sekolah Partai ini seluruh ide dan gagasan, suatu imajinasi tentang masa depan dibuka seluas-luasnya dengan mengambil spirit para pendiri bangsa, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir hingga Tan Malaka,” katanya.

Hasto menegaskan, sejarah membuktikan perubahan besar selalu dimulai dari anak muda. Ia mencontohkan, Bung Karno yang mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada usia 26 tahun hingga menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda 1928. Begitu pula W.R. Supratman yang menciptakan lagu Indonesia Raya di usia muda.

“Bagaimana menghancurkan kekuatan kolonialisme yang saat itu terbesar di dunia? Itu dimulai dengan ide dan imajinasi anak muda,” ujar Sekjen DPP PDIP, dalam keterangannya yang didapat media ini, Selasa (28/7/2026).

Tak hanya itu, Hasto juga mengaitkan semangat Sumpah Pemuda dengan ‘Sumpah Rakyat’ yang lahir dalam Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan dan perjuangan menjaga demokrasi.

Ia berharap Public Pulse 28 menjadi ruang lahirnya kepemimpinan intelektual baru yang mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat, bukan sekadar forum diskusi. Peserta pun didorong turun langsung menemui pelaku UMKM, pedagang pasar, budayawan hingga anak muda untuk menyerap aspirasi dari lapangan.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayati mengatakan, Public Pulse 28 telah dirintis sejak 2024, dan kini resmi digelar setiap tanggal 28 hingga puncak peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028.

“Di ruang inilah anak muda diberikan ruang untuk berdialog, memberikan masukan, mengkritik jika memang ada kebijakan yang kurang tepat. Ini menjadi ruang aspirasi dan ruang berekspresi,” ujar Esti.

Dalam forum perdana tersebut, sebanyak 30 mahasiswa diminta menuliskan pulse atau denyut gagasan serta keresahan mereka tentang masa depan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Gagasan itu kemudian didiskusikan bersama Co-Founder What is Up Indonesia (WIUI) Abigail Limuria dan ekonom INDEF Berly Martawardaya. Moderator Muhammad Syaeful Mujab berharap Public Pulse 28 menjadi wadah menangkap denyut aspirasi anak muda dari berbagai daerah menjelang satu abad Sumpah Pemuda.

“Momentum itu harus diisi dengan mendengarkan denyut rasa, ide, dan keresahan anak muda Indonesia,” pungkas Esti Wijayati. (*/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *