oleh

Polres Depok Amankan Oknum Anggota TNI AL dalam Kasus Penganiyaan Dua Warga Tapos

DEPOK – Jajaran Polres Metro Depok dan Polsek Cimanggis mengamankan satu pelaku yaitu oknum anggota TNI AL Serda M di Pormal Guntur tapi masih dilanjutkan penyidikan terhadap saksi lainnya akibat penganiyaan terhadap korban yaitu Wajir Alk Tuankota. 24, dan Dede Naigrata, 39, diduga penyalahgunaan narkoba.

“Pihaknya sudah menahan satu oknum anggota TNI Al berinisial Serda M selaku pelaku namun tentunya masih terus didalami untuk memeriksa saksi saksi lain,” kata Humas Polres Metro Depok, AKP, Budi Made, (5/1).

Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat dan Polres Metro Depok jadi tetap ditindaklanjuti sampai saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku serta saksi saksi yang mengetahui kasus tewasnya warga Wajir Ali T, Gang Swadaya Emas RW 01, Kelurahan Sukatani, Tapos.

Satu korban yang lain, ujarnya, bernama Dede Naigrata, 39, tukang bangunan yang luka luka akibat penganiayaan ol3b pelaku dan kini tengah menjalani perawatan di RS Brimob.  “Informasi dilapangan kasus penganiayaan tersebut diduga akibat transaksi narkoba. Itu hasil chat handphone milik korban melakukan transaksi tersebut. Namun tetap kami dalami,” ujarnya.

Menanggapi kasus penganiayaan tersebut, Keluarga Besar Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok l, H. Moren, dan anggotanya, yang mendatangi Mapolres Depok, meminta jajaran Polres Metro Depok cepat bertindak karena tindakan tersebut kelewat batas atau pembunuhan sadis.

“Alm. Wajir Ali Tuankota yang memiliki tiga anak tentunya sangat membutuhkan perhatian keluarga tapi alamarhumah meninggal sangat tragis,” ujarnya

Sedangkan temannya, Dede Naigrata (39) seorang tukang parkir, akibat penganiayaan tersebut mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan masih menjalani perawatan  ujarnya tentunya sangat memprihatinkan.

Pihak Polres Metro Depok, kami meminta agar bisa mengungkap kasus penganiayaan serta pembunuhan ini dengan benar dan transparan, pelaku yang lainnya juga dapat ditangkap agar bisa memberi efek jera kepada masayarakat lainnya, supaya tidak main Hakim sendiri, kan ada Polisi, ujar H Moren. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *