oleh

Polda Riau Tangkap Dua Mantan Pejabat Bank BNI Cabang Bengkalis Tersangka Korupsi Rp46 Miliar

JAKARTA–Polda Riau menangkap dua pelaku dugaan korupsi pada Bank BNI Kantor Cabang Pembantu Kabupaten Bengkalis, Riau. Kedua tersangka itu, Doni Suryadi (42) dan Eko Ruswidyanto (38), hingga Kamis (29/2/2024) masih diperiksa secara meraton.

Kedua tersangka ini diketahui sebagai orang penting dalam bank tersebut. Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menghantar Doni dan Eko ke dalam penjara untuk mengungkap kemungkinan ada pihak lain ikut terlibat.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Nasriadi, kedua pelaku adalah mantan pegawai Bank BNI Capem Bengkalis. Tersangka Doni Suryadi warga Pekanbaru sebelumnya bertugas sebagai Penyelia Pemasaran Bank BNI Capem Bengkalis. Doni ditangkap polisi pada Selasa (27/2/2024), di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sedang tersangka Eko Ruswidyanto adalah mantan Pimpinan BNI Capem Bengkalis.Eko ditangkap pada Rabu (28/2/2024), di Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada 450 debitur perorangan. “Kedua tersangka membuat kredit fiktif yang mengakibatkan negara merugi Rp 46 miliar,” kata Kombes Nasriadi, Rabu (28/2/2024).

Kasus korupsi yang membuat kedua tersangka kini mendekam dalam tahanan terjadi pada tahun 2020 sampai dengan 2022. Dalam aksinya, tersangka Doni Suryadi memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk KUR berupa Kredit Modal Kerja kepada 450 debitur perorangan, namun tidak sesuai dengan ketentuan.

Dalam kasus ini tersangka tidak melakukan verifikasi dan survei terhadap kebenaran debitur berikut usaha serta aset yang menjadi jaminan. Analisa dilakukan hanya berdasarkan kelengkapan data-data yang diberikan oleh pihak ketiga yang diuntungkan atas penyaluran KUR tersebut.

Tersangka juga mengusulkan pemberian KUR kepada 252 debitur perorangan sebesar Rp 100 juta untuk pembelian kebun kelapa sawit masing-masing debitur seluas dua hektar. Dalam kasus ini tersangka Doni Suryadi meminta persetujuan kepada tersangka Eko Ruswidyanto selaku pimpinan bank tersebut. Eko selaku pimpinan bank, bertindak sebagai pemutus pembiayaan KUR yang diusulkan tersangka Doni Suryadi.

Dikatakan Kombes Nasriadi, kasus korupsi ini terungkap setelah pihak bank melakukan pengecekan data kredit debitur, pada 22-23 Juni 2023 lalu. Petugas Kontrol Internal Bank BNI melakukan pengolahan data portepel kredit pada unit kerja wilayah tugas di Capem Bengkalis.

Petugas melakukan pemanggilan secara acak terhadap 16 debitur berdasarkan nomor telepon maupun aplikasi. Hasilnya ditemukan adanya pemberian fasilitas KUR tidak sesuai ketentuan.

Atas temuan tersebut, Satuan Audit Internal Bank BNI Kantor Pusat melakukan audit menyeluruh terhadap debitur yang menerima fasilitas KUR di Bank BNI Capem Bengkalis. Dari hasil dari audit tersebut ditemukan sebanyak 654 debitur yang digunakan nama atau identitasnya dalam pengajuan KUR untuk meraup keuntungan pribadi.

Terdapat penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau (BPKP), terdapat kerugian Negara sebesar Rp 46.617.192.219.(Omi/ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *