JAKARTA–Kepolisian Daerah (Polda) Riau meluncurkan program ketahanan swasembada pangan di SPN Polda Riau. Program ini sesuai diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan program ketahanan pangan sebagai bagian dari 8 program prioritas.
Kegiatan ini dibuka Kapolda Irjen Mohammad Iqbal bersama Pj Gubri Rahman Hadi, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, perwakilan Korem 031/WB serta beberapa pejabat terkait lainnya pada Rabu (6/11/2024).
Di atas lahan seluas 20 hektar, Kapolda Iqbal bersama Forkompinda melakukan penanaman bibit jagung secara simbolis. Langkah ini sebagai bentuk dimulainya program ketahanan pangan di Provinsi Riau sebagaimana yang diharapkan Presiden Prabowo.
Dikatakan Kapolda Riau Mohammad Iqbal dikutip Kamis (7/11/2024), program ini bentuk dukungan nyata Polri-TNI dan pemerintah daerah di Riau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. “Polda Riau melaksanakan langkah strategis dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian dan TNI,” ujarnya.
Program penanaman jagung dan budidaya ikan patin diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan serta mendorong ketahanan pangan daerah dan nasional.
Kegiatan ini melibatkan 12 Polres jajaran Polda Riau yang ikut berkolaborasi dengan Forkopimda setempat dan berbagai pihak terkait. Salah satu langkah konkret penanaman jagung di lahan seluas 20 hektare yang tersebar di beberapa titik.
Untuk tahap awal sekitar 60 kilogram bibit jagung pipil (jagung biasa) dan 45 kilogram bibit jagung manis Bonanza telah ditanam di lahan yang telah disiapkan. Sebanyak 30.000 ekor ikan patin juga disebar untuk mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan.
Dalam video konferensi untuk memonitor perkembangan program ini Kapolda Irjen Iqbal mengungkapkan, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan saja. Tetapi juga tentang memperkuat sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Dijelaskan, ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan berdaya saing. “Ini adalah bagian dari mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutur mantan Kadiv Humas Polri ini.
Menurut Irjen Iqbal ada tantangan geografis yang dihadapi terkait program ini, seperti banyaknya lahan gambut, sungai dan dataran rendah sehingga membutuhkan kerja keras dan kolaborasi lintas sektoral.
Diakui Kapolda Iqbal, wilayah Riau yang memiliki kondisi geografis yang tidak mudah, namun berkat kerja sama yang solid antara Polri, TNI dan seluruh masyarakat diyakini program ketahanan pangan ini bisa sukses. “Berkat kolaborasi TNI-Polri dan seluruh pihak lainnya diharapkan hasil yang dicapai dapat optimal untuk masyarakat,” imbuhnya.
Diperkirakan ada 1.693 hektar lahan yang nantinya akan digarap Polda Riau bersama pihak terkait dalam mensukseskan program ketahanan pangan tersebut. Jumlah lahan dimaksud terdiri dari perkebunan 501,4 hektar, pertanian 1.066,2 hektar dan perikanan 126,7 hektar.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan program ketahanan pangan sebagai bagian dari 8 program prioritas. Instruksi Presiden langsung ditindaklanjuti Kapolri dengan memerintahkan jajaran kepolisian untuk menyusun dan melaksanakan program ketahanan pangan. Polda Riau merupakan yang pertama melaksanakan program ini.(Omi)







Komentar