BOGOR – Sejumlah ibu-ibu menggelar aksi damai menolak pembangunan rumah kost di Perumahan Bogor Baru, Blok D8 No 4, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Aksi yang berlangsung Jumat, (24/4/2026) ini, karena adanya kekhawatiran warga terhadap potensi kemaksiatan.
Atas tuduhan ini, wartawan media ini melakukan penelusuran ke lokasi, guna melakukan konfirmasi ke mandor proyek.
Dalam keterangannya Sabtu (25/4/2026) sore, Jovi Pelokilla, mandor proyek membantah berita tersebut.
Menurut Jovi, kos-kosan Antasena yang sedang dibangun di area seluas 600 meter persegi dengan tiga lantai ini, belum selesai proses pembangunannya.
“Bagaimana kami dituduh sebagai kos-kosan mesum. Bangunan saja belum selesai. Bata saja belum diplester. Ini fitnah,” kata Jovi di lokasi.
Ia menegaskan, jika sekelompok ibu-ibu bermasker dan memakai ikat kepala saat mendatangi lokasi proyek, juga bukan warga setempat.
Jovi menduga, aksi ibu-ibu yang hanya berlangsung sekitar tiga menit dilokasi ini, dimotori oleh seorang pensiunan pejabat negara berinisial Dw.
Untuk itu, Jovi mengatakan, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi terkait peran Dw tersebut.
“Jika terbukti dia (Dw) ini menghasut warga dari luar Bogor Baru untuk berdemo proyek yang sedang ia kerjakan, maka pihaknya akan membawanya ke ranah hukum,” tegasnya.
Ia juga menolak, jika proyek yang sedang dikerjakan, belum memiliki ijin dari Pemkot Bogor.
“Nah itu plang ijin membangun kami yang dikeluarkan Pemkot Bogor. Warga dan pengurus RT disini memberi ijin. Lalu kenapa kami di demo orang yang tak kami kenal,” paparnya.
Jovi juga yakin, jika tuntutan sekelompok ibu-ibu ini yang menuntut Pemerintah Kota Bogor meninjau ulang izin pembangunan rumah kost yang rencananya memiliki sekitar 30 kamar tersebut, tidak akan dikabulkan. (yopy/in)







Komentar