oleh

Tolak KLB Ilegal, KOWANI Apresiasi Ketegasan Prof. Elza Syarief Kawal Konstitusi Organisasi

JAKARTA — Langkah tegas Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWIRA) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Hj. Elza Syarief, S.H., M.H. dalam menolak upaya Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal mendapat apresiasi tinggi. Ketegasan tersebut dinilai menjadi benteng hukum dan konstitusi utama dalam menyelamatkan marwah organisasi.

​Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan secara resmi oleh Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2024–2029, yakni Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto, S.H. dan Sekretaris Jenderal Tantri Dyah Kiranadewi, merespons Surat Pernyataan dan Sikap Hukum PERWIRA tertanggal 3 Juni 2026.

​Sebagai salah satu organisasi anggota federasi yang memiliki hak suara sah, sikap PERWIRA dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral, hukum, dan konstitusional. Keteguhan Prof. Elza Syarief dalam memegang teguh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta keputusan Kongres XXVI KOWANI Tahun 2024 terbukti memicu gelombang dukungan serupa dari mayoritas pemilik suara sah lainnya.

​”Sikap Ibu Prof. Elza Syarief merupakan wujud tanggung jawab moral, hukum, dan konstitusional dalam menjaga kedaulatan, marwah, persatuan, serta keberlangsungan KOWANI berdasarkan AD/ART dan keputusan Kongres XXVI KOWANI Tahun 2024,” tegas Dewan Pimpinan KOWANI.

​Langkah hukum yang diambil PERWIRA terbukti berperan vital dalam menjaga kedaulatan, soliditas, persatuan, dan ketertiban organisasi dari berbagai tindakan yang berpotensi mengancam konstitusi.

Keberanian dan ketegasan Prof. Elza Syarief ini tidak hanya memicu gelombang solidaritas yang diikuti para Ketua Umum organisasi anggota federasi pemilik suara sah lainnya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam melindungi hak seluruh anggota serta masa depan Rumah Besar Gerakan Perempuan Indonesia.

​”Ibu tidak hanya memperjuangkan suara serta amanah PERWIRA, tetapi juga turut menjaga hak organisasi-organisasi anggota dan masa depan gerakan perempuan Indonesia,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

​Dewan Pimpinan KOWANI mengimbau seluruh elemen federasi untuk tetap merapatkan barisan, menjaga kebersamaan, dan berpatokan penuh pada amanah para pendiri serta aturan hukum organisasi agar KOWANI tetap berdiri bersatu, bermartabat, dan berjalan sesuai konstitusi. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *