oleh

AWI DPC Kuningan Periode 2026-2031 Gelar Rakor Perdana

KUNINGAN – Pengurus Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Kuningan, Jawa Barat periode 2026-2031 menggelar rapat koordinasi (rakor) internal organisasi bertempat pada salah satu ruangan Kafe Calmara di Kaduela Pasawahan, Minggu (13/9/2026).

Rakor perdana yang dibuka langsung Ketua AWI DPC Kabupaten Kuningan R. Djunaedy, dihadiri Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat, Nacep Suryaman, S.H., didampingi kabid humasnya, Ujang Fachrudin, S.E. Nampak hadir juga dari perwakilan Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, Dewan Penasihat AWI DPC Kuningan serta jajaran pengurus dan anggota.

Dalam sambutannya, R. Djunaedy menekankan pentingnya sebuah organisasi untuk membangun sinergitas dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

“Kami menyelenggarakan rakor perdana ini yang dipertebal adalah ruh silaturahmi dalam rangka membangun dan memperkuat jalinan persatuan sesama pengurus serta anggota AWI DPC Kabupaten Kuningan,” ungkap pria yang lebih akrab disapa Jack ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua AWI DPC Kabupaten Kuningan itu juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah men-support terlaksananya rakor dimaksud, khususnya kepada Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat yang sudah berkenan hadir di lokasi memenuhi undangan.

“Kami juga mengapresiasi pemerintah daerah diwakili Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan bisa menghadiri agenda AWI ini,” ujar Jack.

Sementara itu, Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat melalui kabid humasnya, Ujang Fachrudin, S.E., mengajak agar seluruh komponen AWI memberikan kontribusi nyata baik untuk pemerintah maupun masyarakat.

“Kami berpesan kepada seluruh pengurus dan anggota AWI khususnya DPC Kabupaten Kuningan, menjadikan organisasi ini sebagai fasilitas dalam mendukung keberlangsungan pembangunan di daerah melalui karya-karya jurnalistiknya,” pesan pria familiar ini.

Namun Fachrudin tetap mengingatkan, agar pers sendiri tidak pernah mandul dalam menjalankan fungsi sosial kontrol. Kemitraan lanjutnya, harus kita tumbuhkan dengan berbagai lini, tapi fungsi pengawasan tidak boleh ‘melunak’ dan tertelikung oleh rajutan kemitraan.

“Melalui tulisan, pers diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan, namun tentu harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab, melalui kaidah-kaidah jurnalistik yang sebenarnya, serta mengedepankan kritik konstruktif dan solutif bagi kebaikan semua pihak,” imbaunya mengingatkan. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *