oleh

Kasus Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kadis RGB Masih Terperiksa

POSKOTA.CO – Kasus dugaan korupsi penyalahguanaan wewenang dan mark up anggaran tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok hingga kini masih terus didalami tim jaksa penyelidik dari Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

“Hari ini, Selasa (15/6/2021), ada tujuh orang yang kembali diperiksa tim Jaksa Penyelidik Pidsus Kejari dalam dugaan korupsi di Damkar Kota Depok termasuk salah salah satunya Kepala Damkar Depok RGB,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu Murdianto, Selasa (15/6/2021).

Pemanggilan terhadap Kadis Damkar RGB ini termasuk enam terperiksa lainnya masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari dan menemukan ada atau tidaknya peristiwa pidana.

Menurut Herlangga, pemanggilan Kadis Damkar Depok yaitu RGB beserta enam orang lainnya masih terperiksa.

“Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka, dan kewenangan penetapan ada atau tidak tersangka berada di ranah penyidikan jadi belum sampai ke sana,” ujarnya.

Ada tiga kasus DPKP Kota Depok yang sedang didalami oleh Seksi Pidsus Kejari Depok antara lain kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL 2017-2019, dana Covid-19, dan pemotongan gaji tenaga honorer untuk iuran BPJS.

“Sampai saat ini sudah ada 57 orang yang diperiksa Seksi Pidsus Kejari Kota Depok terkait kasus dugaan korupsi pada Dinas Damkar mencuat menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum (APH),” ujarnya setelah aksi protes salah satu tenaga honorer pada dinas tersebut Sandi Butar Butar viral di media sosial bahkan sampai ke medsos KSP Presiden Joko Widodo, pada 6 April 2021 lalu.

Dalam protes pegawai honorer tersebut tidak hanya dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan baju seragam saja, namun masalah pemotongan honor uang insentif Covid-19 penyemprotan disinfektan dan war war dipotong dari Rp1,7 juta, jadi hanya menerima Rp850 ribu. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *